Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nizar Ikhwan Rafii

Di Balik Tokoh Psikopat Paling Realistis dalam Film

Films | 2026-04-17 21:46:02
No Country For Old Men (2007), Miramax Films & Paramount Vantage
No Country For Old Men (2007), Miramax Films & Paramount Vantage

Anton Chigurh

Berbicara mengenai tokoh psikopat di dalam film, bagi penggemar atau kritikus film pasti tidak asing dengan nama Anton Chigurh. Tokoh ini merupakan tokoh antagonis pendukung diperankan oleh Javier Bardem dalam film No Country for Old Men (2007) yang digarap oleh sutradara Joel Coen dan Ethan Coen di bawah naungan Miramax Films dan Paramount Vantage. Tokoh ini juga mendapat predikat sebagai psikopat paling realistis dalam film berdasarkan temuan 2 psikatris forensik, Samuel J Leistedt dan Paul Linkowski yang dituliskan dalam salah satu jurnal yang mereka publikasikan pada tahun 2013 lalu.

Sekilas mengenai tokoh ini, Anton Chigurh merupakan orang yang disewa oleh kelompok kartel narkoba untuk mendapatkan kembali koper uang yang dicuri Llewelyn Moss pada TKP kegagalan transaksi narkoba. Kesalahan terbesar dari kelompok itu adalah mereka merekrut Anton Chigurh yang merupakan seorang psikopat brutal. Walau Chigurh bekerja pada kelompok tersebut, ia tetap bertindak sesuai prinsip yang ia pegang. Ia bahkan tak segan membunuh rekannya dari kelompok yang sama dilandasi prinsip hidup yang dianutnya. Kejahatan-kejahatan yang dilakukan Anton Chigurh berusaha diungkap oleh Sheriff Ed Tom Bell, namun pada akhirnya Sang Sheriff gagal, ia hanya pasrah dan merasa bahwa dunia yang ada sekarang telah bergeser jauh dari nilai-nilai moral yang ada dahulu. Ia merasa tidak ada tempat lagi bagi seorang pria yang menuju senja.

Karakter dari tokoh yang ada pada suatu karya jelas dipengaruhi oleh seniman di baliknya. Bukan hanya Joel dan Ethan selaku sutradara, karena film ini merupakan hasil adaptasi dari novel dengan judul yang sama yang terbit pada tahun 2005 lalu, maka novelis menjadi tangan pertama yang membentuk tokoh Anton Chigurh, ia adalah Cormac McCarthy.

Analisis Wacana Kritis

Dalam melihat pengaruh seniman yang membentuk tokoh Anton Chigurh, maka diperlukan sudut pandang analisis wacana kritis, salah satunya adalah yang dikemukakan oleh Teun A. Van Dijk. Van Dijk mengungkapkan bahwa analisis ini digunakan untuk melihat struktur teks tertentu diterapkan dalam dominasi sosial sebagai suatu bentuk wacana. Singkatnya adalah analisis ini berguna untuk melihat bagaimana teks yang ada dalam suatu wacana dan bagaimana peran pewacana, yang melibatkan operasi mental, dalam membuat atau memproduksi wacana tersebut. Analisis ini akan mengungkap wacana (dalam hal ini adalah film) dalam 3 bagian, yakni teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.

Analisis Teks

Struktur teks yang ada, dapat dilihat dari dialog Anton Chigurh dengan para lawan bicaranya. Selama Anton Chigurh berkomunikasi, terlihat ia berusaha untuk memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari lawannya. Terbukti dengan Anton Chigurh yang kerap melakukan intimidasi, dominasi atas komunikasi yang terjadi, dan memaksa lawan bicaranya yang ada pada adegan film. Tindakan-tindakan ini jika dilihat dari sudut pandang ilmu komunikasi merupakan suatu penyalahgunaan interpersonal power. Salah satu pendapat ahli dalam bidang komunikasi, yakni Joseph A. DeVito menjelaskan bahwa kuasa ini merupakan kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain dalam berpikir dan bertindak. Kemampuan ini oleh Anton Chigurh tidak digunakan untuk hal-hal yang positif dan justru digunakan untuk menekan lawan bicaranya.

Lantas apa yang ingin Anton Chigurh sampaikan sampai ia menggunakan kuasa ini pada setiap lawan bicaranya?

Jika dilihat lebih detil, ada suatu prinsip yang Anton Chigurh anut dan berusaha sampaikan juga tegakkan, itu adalah prinsip atau paham determinisme. Determinisme menurut KBBI adalah paham yang menganggap setiap kejadian merupakan konsekuensi atas kejadian yang ada sebelumnya dan ada di luar kemauan. Paham ini terlihat pada ucapan Anton Chigurh, seperti ketika ia mengatakan pada kasir toko di menit 24:16 bahwa koin yang ia miliki telah menempuh 22 tahun untuk sampai di hadapan kasir itu, ketika mengancam Llewelyn Moss pada menit 1:25:30 dengan berkata Moss tidak akan bisa menghindari kematian, ketika menjelaskan kehadirannya di depan Carla Jean pada menit 1:49:19 bahwa ia hadir sebagai bentuk penepatan kesepakatan yang dibuat dengan Moss. Kutipan-kutipan ini serupa pada paham determinisme yang menganggap bahwa setiap kejadian merupakan konsekuensi dari kejadian sebelumnya dan bukan merupakan suatu kebetulan, serta karena merupakan konsekuensi, maka suatu kejadian tidak akan pernah bisa dihindari bagaimanapun seseorang mencoba lari darinya.

Anton Chigurh menganut paham ini secara ekstrim karena hanya melihat pilihan sebagai hidup atau mati. Jika lawan bicaranya diyakini Anton Chigurh melakukan sebab-sebab yang berujung pada konsekuensi yang harus ditegakkan, seperti kasir toko yang menyinggung hal pribadi Anton Chigurh, Llewelyn Moss yang mencuri koper uang, Carson Wells yang mengganggu pekerjaannya, Carla Jean sebagai korban karena Moss tidak menepati kesepakatan dengan Chigurh, maka Anton Chigurh tidak segan-segan akan membunuhnya atau memberi mereka pilihan untuk menentukan nasibnya sendiri lewat coin toss (pertaruhan lempar koin). Sementara itu jika lawan bicaranya berjalan sesuai aturan yang memang ia harus jalani, seperti yang tampak pada nasib manajer trailer park di mana Moss tinggal, maka Anton Chigurh tidak memiliki alasan untuk membunuhnya.

Sempat disinggung pada beberapa paragraf sebelumnya bahwa Anton Chigurh menyalahgunakan interpersonal power dalam bentuk intimidasi, dominasi, dan memaksa para lawan bicaranya. Kuasa ini dapat dilihat dari 3 aspek, yakni hubungan, pribadi, dan pesan. Kuasa dalam hubungan yang Anton Chigurh gunakan adalah coersive power yang mana memiliki arti kuasa untuk menghilangkan penghargaan atau memberi hukuman juga ancaman. Hal ini terlihat pada ancaman-ancaman secara eksplisit yang ada pada dialog dan secara implisit yang ada pada ekspresi Anton Chigurh yang tenang, dengan tatapan tajam, datar dan dingin, serta terkadang kontra dengan situasi yang berjalan.

No Country For Old Men, Miramax Films & Paramount Vantage
No Country For Old Men, Miramax Films & Paramount Vantage

Kuasa dalam pribadi terlihat pada karakter Anton Chigurh yang kurang atau tidak tertarik pada pesan juga pribadi lawan bicaranya, hal ini dibuktikan dengan Anton Chigurh yang kerap menyalahgunakan interpersonal power untuk menempatkan diri di atas lawan bicaranya. Kuasa dalam pesan dapat dilihat pada bentuk pesan yang disampaikan. Anton Chigurh kerap menyampaikan pesan intimidasi dalam bentuk kalimat interogatif atau tanya untuk membatasi ruang respon lawan bicaranya sekaligus memberikan ancaman, serta pesan perintah langsung dan pesan manipulasi untuk menegaskan posisi dominan dan memaksa lawan bicaranya.

Secara umum, ketika berdialog dengan lawan bicaranya, Anton Chigurh menggunakan struktur kalimat yang cenderung pendek, terdapat repetisi atau pengulangan frasa juga kalimat untuk memberikan tekanan psikologis pada lawan bicaranya, dan tidak pernah menggunakan diksi yang kasar. Komunikasinya dibuka dengan tampak normal dan wajar layaknya komunikasi pada umumnya. Ini merupakan salah satu strategi Anton Chigurh untuk memberi kesan bahwa komunikasi akan berlangsung baik-baik saja hingga akhir serta menarik atensi lawan bicaranya agar perlahan masuk dalam kontrol Anton Chigurh.

Analisis Kognisi Sosial

Perilaku dan cara berkomunikasi Anton Chigurh yang demikian merupakan hasil dari kognisi atau operasi mental yang ada pada diri novelis dan sutradara No Country for Old Men. Operasi mental ini terkait nilai-nilai, ideologi, pengetahuan, sikap, atau prinsip yang dianut pewacana. McCarthy selaku novelis berusaha untuk menunjukkan “the unity” dari aspek human dan non-human. Dalam penelitian yang dilakukan Svensson terhadap beberapa novel karya McCarthy, McCarthy memegang teguh prinsip ini. “The unity” yang berusaha diwujudkan adalah sejatinya manusia hidup berdampingan dengan alam, oleh karena itu hukum alam akan bekerja pada manusia pula. Prinsip yang McCarthy anut ini tidak menuntut segala kejadian harus dapat dijelaskan karena memandang segala sesuatu sebagai takdir. “The unity” yang McCarthy bawa tergambar pada paham determinisme yang Anton Chigurh anut yang mana Anton Chigurh melihat segala sesuatu sebagai takdir yang harus dijalani dan tidak dapat dihindari apapun upaya yang dilakukan. Cara penafsiran yang ekstrim terhadap paham ini menggambarkan sifat destruktif Anton Chigurh sebagai manusia yang terwujud dalam aksi pembunuhan serta praktik komunikasinya yang intimidatif, mendominasi, dan kerap memaksa lawan bicara. Sifat destruktif ini merupakan ciri khas McCarthy ketika menggambarkan sosok manusia dalam novel-novelnya, dikutip dari penelitian yang sama yang dilakukan oleh Svensson.

Sedangkan dari sisi sutradara, Joel dan Ethan berusaha membuat Anton Chigurh tetap misterius sebagaimana yang ada pada versi novel. Joel dalam wawancaranya dengan Charlie Rose pada tahun 2007 menyebut bahwa pemilihan nama Anton Chigurh oleh McCarthy ditujukan agar sosoknya tidak mewakili etnis atau kewarganegaraan tertentu.

Wawancara Coen bersaudara, Josh Brolin, & Javier Bardem dengan Charlie Rose, www.charlierose.com
Wawancara Coen bersaudara, Josh Brolin, & Javier Bardem dengan Charlie Rose, www.charlierose.com

Dalam usaha untuk menjaga kemisteriusan Chigurh, sutradara mengacu pada preferensinya tersendiri. Hal ini diungkapkan oleh Joel pada wawancaranya dengan Megan Abbott pada tahun 2024. Inilah ruang interpretasi bagi sutradara yang menggarap film adaptasi dan Joel juga Ethan mengisi ruang ini dengan prinsip-prinsip realis.

Wawancara Coen bersaudara dengan Megan Abbott, www.criterion.com
Wawancara Coen bersaudara dengan Megan Abbott, www.criterion.com

Paul Coughlin yang menulis tentang Coen bersaudara pada 2003 lalu dalam website www.senseofcinema.com, menjelaskan bahwa mereka kerap menggarap film mengikuti prinsip realis. Hal ini kemudian dibenarkan dalam pernyataan Joel dalam wawancaranya dengan Megan Abbot pada tahun 2024, yang mana ia menyebut bahwa Anton Chigurh ciri fisiknya didasari pada tren gaya berpakaian pria di perbatasan Texas era tahun 1960-an. Prinsip realis ini juga terlihat pada bagaimana sutradara menggambarkan sosok psikopat. Ciri-ciri klinis psikopat dalam dunia nyata meliputi ketidakpedulian, manipulatif, ketidakjujuran, kesombongan, dan kekejaman. Hal ini kemudian digambarkan oleh sutradara dalam karakter Anton Chigurh yang kurang atau tidak memiliki humor, bersikap dingin, serta brutal dan bengis dalam bertindak.

Selain itu, Ethan mengungkapkan dalam wawancaranya dengan Megan Abbott pada tahun 2024 bahwa komunikasi Anton Chigurh di dalam film telah mengalami pemangkasan monolog dari versi novelnya. Hal ini pada akhirnya membuat komunikasi yang tampak pada adegan film menjadi lebih ringkas, minimalis, serta berguna dalam menjaga kemisteriusan tokoh tersebut.

Analisis Konteks Sosial

Terakhir, dalam analisis wacana kritis Van Dijk juga menekankan pada pengungkapan konteks sosial yang melingkupi wacana. Hal ini guna mengetahui bagaimana wacana yang ada dipahami dalam lingkup tempat, kondisi, dan waktu tetentu.

Film No Country for Old Men merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel. Maka dari hal itu, sudah seharusnya apa yang terlihat dalam film merupakan penggambaran isi novel terkait. Selain itu, dalam salah satu adegan terdapat perkataan Anton Chigurh yang menandakan bahwa film ini berlatar tahun 1980. Melihat pada kesamaan tahun, tempat, dan konflik yang terjadi di dalam film dengan keadaan di Texas era tahun 1980-an, menandakan secara implisit bahwa No Country for Old Men merupakan representasi keadaan realita dari sudut pandang McCarthy selaku novelis.

Kala itu Texas dilingkupi berbagai macam kejahatan dan bahkan peredaran narkoba yang sangat mengkhawatirkan membuat lembaga pengadilan khusus narkoba pada tahun 1989 melakukan perubahan sistem bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya, masa jeda dari penangkapan hingga dijatuhi hukuman berlangsung selama 12-18 bulan, diubah menjadi hanya 60 hari.

Channel Youtube WayBack Archives
Channel Youtube WayBack Archives

Texas Department of Public Safety dalam laporan tahunannya menjelaskan bahwa tingkat kejahatan dari tahun 1980-1989 cenderung mengalami peningkatan. Hal ini meliputi tindak kejahatan perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, dan penyerangan bersenjata. Kejahatan-kejahatan ini membuat lingkungan menjadi tidak kondusif dan masyarakat bahkan takut untuk membicarakannya di ruang publik karena khawatir akan dibunuh.

Laporan Texas Department Of Public Safety, www.ojp.gov>NCJRS
Laporan Texas Department Of Public Safety, www.ojp.gov>NCJRS

Sosok bengis Anton Chigurh sepenuhnya dipengaruhi nilai-nilai yang dianut, dipahami, dan ingin disampaikan oleh sutradara film, Coen bersaudara, dan novelis No Country for Old Men, Cormac McCarthy, selaku pewacana. Lewat sebuah karya seni, baik film, novel, ataupun karya seni lainnya, seorang seniman dapat menyalurkan ide atau gagasan, mereproduksi nilai, serta merepresentasikan suatu peristiwa juga momen tertentu. Anton Chigurh merupakan representasi dari kekacauan struktur sosial yang terjadi di Texas era tahun 1980-an. Nilai-nilai moral bergeser jauh serta kejahatan semakin brutal dan terjadi di banyak tempat, begitu juga dengan peredaran narkoba yang masif yang menyasar segala kalangan. Sedangkan Llewelyn Moss, sosoknya muncul sebagai pengingat bahwa setiap kejadian selalu menuntut sebuah konsekuensi untuk terjadi di masa yang akan datang. Tidak ada satupun kejadian yang luput dari konsekuensinya. Maka dari itu, suatu tindakan akan selalu menuntut sebuah tanggung jawab.

Tentang penulis:

Nizar Ikhwan Rafi'i, S.I.Kom. Alumnus Universitas Muhammadiyah Cirebon.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image