Kritik Mahasiswa Harus Dilindungi, Bukan Dibungkam dengan Teror
Politik | 2026-04-14 22:35:58
Kasus kritik Ketua BEM UGM terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik karena menyangkut dua isu penting, yaitu dugaan pemangkasan anggaran pendidikan dan munculnya kasus keracunan pada ribuan anak. Kritik yang disampaikan mahasiswa tersebut menurut saya merupakan bentuk kepedulian terhadap hak masyarakat, terutama hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan makanan yang aman. Namun, situasi menjadi lebih memprihatinkan ketika setelah kritik itu disampaikan, justru muncul teror yang menyasar dirinya dan keluarganya.
Ketua BEM dengan keberaniannya menunjukkan bahwa mahasiswa masih menjalankan fungsi sebagai penyambung suara rakyat. Dalam negara demokrasi, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, terlebih jika kebijakan yang diambil pemerintah dianggap berpotensi merugikan masyarakat. Kritik terhadap pemangkasan anggaran pendidikan untuk program MBG menurut saya adalah bentuk pembelaan terhadap hak asasi setiap warga negara, khususnya hak memperoleh pendidikan yang layak.
Selain itu, fakta adanya kasus keracunan dari program MBG semakin memperkuat alasan kritik tersebut. Program yang pada dasarnya bertujuan baik seharusnya tetap mengutamakan keamanan dan kualitas agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Jika justru menimbulkan korban, maka kritik mahasiswa menjadi sesuatu yang wajar dan perlu didengar sebagai bahan evaluasi.
Yang tidak dapat dibenarkan adalah munculnya tindakan teror setelah kritik itu disampaikan. Teror terhadap Ketua BEM dan keluarganya menunjukkan adanya pihak yang tidak siap menerima perbedaan pendapat. Walaupun belum diketahui siapa pelakunya, tindakan intimidasi tetap salah secara moral maupun hukum. Menurut saya, pemerintah juga perlu menunjukkan itikad baik dengan memberikan perlindungan kepada Ketua BEM dan keluarganya agar hak kebebasan berpendapat tetap terjamin.
Jika dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, kasus ini sangat erat dengan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena setiap orang berhak merasa aman dan bebas dari ancaman. Teror jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Pada akhirnya, saya berpendapat bahwa keberanian Ketua BEM UGM patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas. Kritik tidak seharusnya dibalas dengan ancaman atau teror, melainkan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan. Pemerintah juga perlu hadir memberikan perlindungan kepada warga yang menyampaikan pendapat secara sah agar demokrasi tetap berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
