Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Arya prasetya alamsyah

IOT (Internet Of Things) dan Kecerdasan Buatan (AI)

Teknologi | 2026-04-13 14:11:34
Sumber : Perangkat Cisco Packet Tracer, Gemini AI

1. Dunia yang Semakin Terhubung

Perkembangan teknologi saat ini berlangsung dengan sangat pesat, sehingga hampir seluruh perangkat di sekitar kita kini dapat saling terhubung melalui jaringan internet. Mulai dari jam tangan pintar yang mampu memantau kondisi kesehatan penggunanya, hingga rumah pintar yang dapat dikendalikan dari jarak jauh semuanya hadir untuk memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Tak ketinggalan, kendaraan pintar pun kian lumrah dijumpai, seperti mobil yang dapat melakukan parkir secara mandiri maupun navigasi otomatis tanpa pengemudi.

Fenomena ini merupakan bagian dari konsep yang dikenal dengan istilah Internet of Things, atau IoT. Secara sederhana, IoT dapat dipahami sebagai jaringan perangkat fisik yang mampu mengumpulkan data serta bertukar informasi secara otomatis, tanpa memerlukan campur tangan manusia di setiap prosesnya.

Kehadiran teknologi ini tidak dapat dipungkiri telah menjadikan kehidupan manusia lebih efisien sekaligus mengubah pola penggunaan teknologi dalam keseharian. Namun demikian, perubahan yang terjadi begitu besar ini belum tentu dapat diadaptasi sepenuhnya oleh semua kalangan masyarakat. IoT memang telah menjadi bagian dari rutinitas modern, namun pertanyaan yang patut direnungkan adalah sejauh mana ketergantungan terhadap konektivitas internet ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang.

2. Kemudahan yang Datang Bersama Risiko

Meskipun menawarkan banyak manfaat, dari perkembangan IoT yang semakin masif juga menimbulkan berbagai risiko. dan salah satu yang paling krusial adalah masalah keamanan data dan privasi. Perangkat IoT yang selalu terhubung ke internet berpotensi menjadi target serangan Cyber, jika tidak dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai, Maka data data privasi akan dengan mudah dirampas oleh pihak yang tidak berwajib

Selain itu, integrasi dengan AI juga menimbulkan kekhawatiran terkait pengambilan keputusan otomatis. Ketika mesin mulai “memutuskan” sesuatu berdasarkan data, muncul pertanyaan tentang transparansi, akurasi, dan tanggung jawab jika terjadi kesalahan.

Tidak hanya itu, ketergantungan manusia terhadap teknologi juga menjadi isu penting. Kemudahan yang ditawarkan IoT dan AI dapat membuat manusia semakin pasif dan bergantung pada sistem otomatis. membuat pemikiran manusia menjadi tumpul dan tidak dapat memakai kapasitas daya pikiran yang telah disediakan

Refrensi jurnal saya :

1. World Economic Forum. (2024). Global Risks Report 2024.

2. OECD. (2023). Artificial Intelligence in Society.

3. (2022). The Impact of IoT in Modern Society.

4. McKinsey & Company. (2023). The State of AI Report.

5. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (2022–2024). Laporan Literasi Digital Nasional.

6. Stanford University. (2024). AI Index Report.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image