Nuzulul Quran dan Penguatan Nilai Syariah dalam Pengembangan Wisata Halal
Agama | 2026-03-07 23:14:55Nuzulul Qur’an dan Penguatan Nilai Syariah dalam Pengembangan Wisata Halal
Penulis:Dr. Hisam Ahyani
Peringatan Nuzulul Qur'an yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan merupakan momentum penting dalam sejarah Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu pertama tersebut adalah firman Allah dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 yang memerintahkan manusia untuk membaca dan menuntut ilmu. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat manusia. Dalam tradisi umat Islam di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan didasarkan pada beberapa argumentasi ulama, salah satunya mengacu pada penafsiran ayat tentang yaumul furqan dalam QS. Al-Anfal ayat 41 yang dikaitkan dengan peristiwa penting yang terjadi pada 17 Ramadhan. (NU Online)
Selain itu, para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penurunan Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatul Qadar. Tahap kedua adalah penurunan wahyu secara bertahap kepada Nabi Muhammad selama sekitar 23 tahun sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan umat Islam. Proses bertahap ini mengandung hikmah besar, yaitu memudahkan umat memahami ajaran Islam sekaligus melakukan perubahan sosial secara gradual. (NU Online)
Dalam perspektif Islamic Law, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an tidak hanya mengatur aspek ibadah, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sosial dan ekonomi, termasuk dalam pengembangan wisata halal. Momentum Nuzulul Qur’an dapat menjadi inspirasi bagi penguatan wisata religi yang berbasis nilai syariah, seperti kegiatan tadarus Al-Qur’an, i’tikaf di masjid, kajian keislaman, serta perjalanan ibadah di bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman spiritual, tetapi juga memperkuat pemahaman umat terhadap sejarah turunnya Al-Qur’an dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pengembangan wisata halal dapat menjadi sarana dakwah, edukasi, serta penguatan spiritualitas masyarakat yang selaras dengan tujuan kemaslahatan dalam ajaran Islam.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
