Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sebi Daily

Memahami Perbedaan Akuntansi Syariah dan Akuntansi Konvensional

Eduaksi | 2026-03-07 23:11:12
llustrasi menarik kalkulator. Foto: RDNE/Pexels.

Oleh: Mirna Yanti Telaumbanua_Mahasiswa Instiut SEBI.

Akuntansi merupakan sistem pencatatan, penggolongan, dan pelaporan transaksi keuangan yang bertujuan menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan. Dalam perkembangannya, akuntansi terbagi menjadi dua pendekatan utama, yaitu akuntansi konvensional dan akuntansi syariah. Keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada landasan filosofis, prinsip yang digunakan, serta tujuan pelaporannya.

Akuntansi berkembang dari praktik bisnis modern yang menekankan efisiensi, profitabilitas, serta menyediakan informasi yang relevan dan andal bagi investor maupun kreditor. Sistem ini berpedoman pada standar akuntansi yang berlaku umum seperti Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum (GAAP) dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). Di Indonesia, standar tersebut dikenal sebagai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

Sementara itu, akuntansi syariah merupakan sistem akuntansi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Penerapannya mengacu pada standar akuntansi syariah yang juga dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Akuntansi syariah tidak hanya bertujuan menyajikan informasi keuangan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh transaksi yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah, seperti larangan riba (bunga), gharar (ketidakpastian berlebihan), dan maisir (spekulasi atau perjudian).

Secara filosofis, akuntansi konvensional berfokus pada kepentingan ekonomi dan pengambilan keputusan yang rasional. Sebaliknya, akuntansi syariah mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan spiritual. Artinya, laporan keuangan dalam akuntansi syariah tidak hanya mencerminkan kinerja finansial, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial perusahaan.

Perbedaan tersebut dapat dilihat lebih jelas pada tabel berikut:

Secara garis besar, akuntansi syariah dan akuntansi konvensional memiliki beberapa perbedaan penting. Dari segi landasan hukum, akuntansi syariah didasarkan pada Al-Qur'an, Hadis, serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia). Sementara itu, akuntansi konvensional berpedoman pada standar akuntansi umum seperti Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum (GAAP), Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS), dan di Indonesia dikenal sebagai Standar Pernyataan Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

Dari segi tujuan, akuntansi syariah bertujuan mencapai keadilan, kesejahteraan umat, serta memastikan terpenuhinya prinsip syariah. Sebaliknya, akuntansi lebih konvensional fokus pada penyediaan informasi ekonomi untuk membantu pengambilan keputusan bagi investor dan kreditor.

Pada prinsip dasar, akuntansi syariah melarang praktik riba, gharar, dan maisir. Sementara akuntansi menggunakan sistem konvensional berbasis bunga dan mekanisme pasar.

Dalam fokus pelaporan, akuntansi syariah tidak hanya menekankan pada laba, tetapi juga memperhatikan aspek sosial seperti zakat dan tanggung jawab sosial. Sedangkan akuntansi lebih konvensional menitikberatkan pada laporan laba, aset, dan kewajiban perusahaan.

Terakhir, dari sisi nilai etika, akuntansi syariah mengandung nilai keagamaan serta tanggung jawab spiritual. Sebaliknya, akuntansi konvensional cenderung bersifat netral terhadap nilai agama dan lebih berorientasi pada aspek ekonomi.

Dari sini dapat terlihat bahwa akuntansi syariah memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan akuntansi konvensional. Dalam praktiknya, akuntansi syariah mengenal berbagai jenis transaksi seperti mudharabah, murabahah, dan ijarah yang tidak ditemukan dalam sistem konvensional. Selain itu, laporan keuangan syariah juga dapat mencantumkan kewajiban zakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama antara akuntansi syariah dan akuntansi konvensional terletak pada nilai dasar serta orientasi tujuan. Akuntansi konvensional cenderung bersifat netral dan fokus pada kepentingan ekonomi, sedangkan akuntansi syariah menekankan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan spiritual sesuai dengan prinsip Islam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image