Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Riska Nurijah

Akuntansi Syariah: Sejarah dan Nilai Amanah

Ekonomi Syariah | 2026-01-18 23:25:35

Akuntansi syariah tidak lahir dari kebutuhan menghitung laba semata, melainkan dari kesadaran akan amanah. Dalam pandangan Islam, harta bukan milik mutlak manusia, tetapi titipan yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Cara pandang inilah yang membentuk praktik pencatatan keuangan sejak awal perkembangan peradaban Islam.

ilustrasi

Sejak masa Rasulullah SAW, aktivitas ekonomi seperti perdagangan dan utang-piutang telah disertai dengan pencatatan yang jelas. Pencatatan tersebut berfungsi untuk menjaga keadilan dan menghindari perselisihan, bukan sekadar memenuhi kepentingan administrasi. Prinsip ini menempatkan akuntansi sebagai alat perlindungan hak antar pihak, bukan hanya sebagai teknik perhitungan.

Dalam pemerintahan Islam awal, pengelolaan keuangan publik dilakukan secara terstruktur melalui lembaga Baitul Mal. Setiap penerimaan dan pengeluaran yang berkaitan dengan kepentingan umat dicatat dan diawasi dengan ketat. Transparansi dan pertanggungjawaban menjadi nilai utama karena dana yang dikelola menyangkut hak masyarakat luas. Praktik ini menunjukkan bahwa konsep akuntabilitas telah menjadi bagian dari sistem keuangan Islam jauh sebelum berkembangnya akuntansi modern.

Perjalanan akuntansi syariah kemudian tidak terhenti pada nilai moral semata. Nilai-nilai tersebut berkembang menjadi metode pencatatan yang khas, terutama ketika transaksi ekonomi semakin kompleks. Akuntansi syariah tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga memperhatikan akad yang melandasinya. Setiap transaksi dipahami sebagai perjanjian yang mengikat secara etika dan hukum syariah, sehingga pencatatannya tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan akuntansi konvensional.

Memasuki era modern, berkembangnya lembaga keuangan syariah mendorong lahirnya sistem akuntansi yang lebih formal. Kebutuhan akan standar pencatatan yang sesuai dengan prinsip syariah menjadi semakin penting agar laporan keuangan tidak hanya informatif, tetapi juga patuh terhadap nilai-nilai Islam. Dari sinilah akuntansi syariah berkembang sebagai disiplin ilmu yang menjembatani tuntutan profesionalisme dengan prinsip keadilan dan kejujuran.

Saat ini, akuntansi syariah tidak hanya diterapkan pada perbankan, tetapi juga pada pengelolaan zakat, wakaf, dan berbagai entitas bisnis berbasis syariah. Perannya meluas dari sekadar alat pencatatan menjadi instrumen pengawasan moral dalam aktivitas ekonomi. Dengan demikian, akuntansi syariah bukan hanya berbicara tentang angka, melainkan juga tentang tanggung jawab sosial dan spiritual.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image