Ramadhan Adalah Bulan Pendidikan
Agama | 2026-02-24 10:44:59Mamuju, INFO_PAS--Malam keenam Bulan Ramadhan 1447 H, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju melaksanakan kegiatan Shalat Tarawih Berjamaah yang diikuti diikuti seluruh Warga Binaan beragama Islam dan petugas serta diawasi langsung oleh Staf Pelayanan Tahanan dan diback up oleh Regu Pengamanan Malam, Piket Staf Shalat Tarwih dan petugas dari Bapas Polewali bertempat di Masjid At-Taubah (23/02).
Adapun yang membawa Khutbah Tarawih pada malam ini yakni Ust. DR. H. Amran HB, S. Ag, M. Pd. Ust. Amran dalam ceramahnya mengatakan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi keberkahan. Untuk mendapatkan keutamaan dan keberkahan Ramadhan, umat Islam tidak hanya dituntut untuk menahan diri dari gejolak nafsu yang orientasinya badaniyah saja.
"Akan tetapi, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dituntut pula untuk selalu menjaga lisan maupun tangannya dalam bermasyarakat baik di dunia nyata maupun maya. Karenanya, bulan Ramadhan dapat dikatakan juga merupakan momen untuk melatih dan mendidik etika dan moral dalam bersosial dan bermasyarakat bagi kita," ucapnya.
Penceramah menambahkan proses pendidikan itu berlangsung selama sebulan penuh, dan bagi mereka yang lulus, maka disebut sebagai seorang yang bertakwa. Misi Ramadan adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, termasuk ibadah puasa, bila misi tersebut dilaksanakan maka dengan sendirinya visi akan terbentuk pendidikan kesabaran, sabar dalam segalanya.
"Lalu, puasa mendidik kejujuran, Orang yang sedang berpuasa atas dasar imanan wahtishaban, ia tidak akan makan dan minum serta melakukan hal-hal yang membatalkan puasa betapapun tidak ada orang yang melihat dan tidak ada orang yang tahu kecuali dirinya dan Allah," tambahnya.
Selanjutnya dilaksanakan Shalat Tarawih secara berjamaah 08 (delapan) rakaat dan diakhiri dengan Shalat Witir dan Shalawat Badar serta Warga Binaan kembali ke kamar blok masing - masing.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
