Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Majelis Pustaka Informasi PCM Wiradesa

Ketika Zakat Menjadi Pelukan Hangat bagi Guru-Guru Pejuang Pendidikan

Filantropi | 2026-02-20 09:41:31

Siapa yang berdiri paling depan ketika bangsa ini berbicara tentang masa depan? Bukan pejabat, bukan selebritas, melainkan guru. Mereka yang setiap hari menyalakan cahaya ilmu di ruang-ruang kelas sederhana, menuliskan harapan di papan tulis, dan menanamkan mimpi di hati anak-anak. Namun, di balik pengabdian yang tak ternilai itu, masih ada guru-guru yang berjuang dalam sunyi—para pendidik Non PNS dan Non Sertifikasi yang terus setia mengajar dengan segala keterbatasan.

Mereka adalah guru-guru dari TK ABA, MIM, MTsM, dan Guru TPQ Aisyiyah se-Cabang Wiradesa. Tanpa sorotan kamera, tanpa gelar “pegawai negeri”, tanpa tunjangan sertifikasi yang rutin, mereka tetap hadir setiap pagi dengan senyum dan semangat. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam arti yang sesungguhnya.

Penyerahan paket bebungah kepada para guru, bukti komitmen LAZISMU KL Wiradesa membersamai para pejuang tanpa tanda jasa

Pada Senin, 16 Februari 2026, secercah kebahagiaan hadir untuk mereka. Melalui program “Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa”, Lazismu KL Wiradesa menyalurkan paket bebungah sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para guru tersebut. Sederhana mungkin bentuknya, tetapi besar maknanya.

Program ini bukan sekadar pembagian paket. Ia adalah pesan kuat bahwa para guru tidak sendiri. Bahwa ada masyarakat yang peduli, ada muzakki dan munfiqin yang mempercayakan zakat dan infaqnya untuk dikelola dan disalurkan kepada yang berhak. Bahwa kebaikan yang ditunaikan dengan ikhlas mampu menjelma menjadi senyum dan semangat baru bagi para pendidik.

Suasana penyaluran terasa hangat dan penuh haru. Di balik masker dan senyum yang merekah, tersimpan rasa syukur yang mendalam. Bagi sebagian orang, paket bebungah mungkin terlihat biasa. Namun bagi mereka yang setiap bulan harus mengatur gaji seadanya untuk keluarga dan kebutuhan sekolah, perhatian seperti ini adalah suntikan energi yang luar biasa.

Kita sering kali berbicara tentang kualitas pendidikan, tentang generasi emas, tentang Indonesia yang maju. Namun jarang kita bertanya: bagaimana kabar guru-gurunya? Apakah kesejahteraan mereka sudah cukup? Apakah perjuangan mereka sudah dihargai?

Langkah Lazismu KL Wiradesa ini menjadi pengingat bahwa membangun bangsa tidak selalu harus dengan gebrakan besar. Kadang, ia dimulai dari kepedulian kecil yang konsisten. Dari zakat yang ditunaikan tepat sasaran. Dari infaq yang disalurkan dengan amanah. Dari tangan-tangan dermawan yang percaya bahwa berbagi adalah investasi akhirat sekaligus investasi peradaban.

“Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa” bukan sekadar slogan. Ia adalah gerakan nyata. Ketika zakat dikelola secara profesional dan disalurkan kepada yang tepat, maka dampaknya bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menggerakkan harapan.

Kepada para muzakki dan munfiqin, terima kasih atas kepercayaan dan kepeduliannya. Berkah Anda, bahagia mereka. Setiap rupiah yang Anda titipkan telah berubah menjadi doa, menjadi senyum, menjadi semangat yang menyala kembali di ruang-ruang kelas.

Dan kepada para guru hebat di Wiradesa—terima kasih. Terima kasih karena tetap setia mendidik meski tak selalu mendapat sorotan. Terima kasih karena terus menanam nilai dan akhlak di tengah berbagai tantangan. Terima kasih karena tidak pernah lelah percaya bahwa setiap anak adalah cahaya masa depan.

Semoga paket bebungah ini bukan hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi penguat langkah untuk terus berkarya. Karena di tangan guru-guru seperti Anda, masa depan bangsa ini sedang ditulis—pelan, sabar, dan penuh cinta.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image