Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Arinafril - Dosen dan Peneliti

Membangun Indonesia Emas 2045 dari Kampus

Pendidikan dan Literasi | 2026-02-19 14:24:28

Indonesia Emas 2045 bukan sekadar visi, melainkan komitmen untuk mentransformasi bangsa menjadi negara maju yang berdaulat dan sejahtera. Diharapkan melalui transformasi ini, perguruan tinggi dapat menempati posisi strategis sebagai kunci pembuka masa depan, terutama menjelang Indonesia Emas 2045.

Ilustrasi Indonesia Emas 2045. (Sumber: Geotimes)

Saat ini ditengarai sebanyak 68 juta penduduk usia produktif akan memasuki pasar kerja dalam dua dekade mendatang, dan investasi pendidikan tinggi yang tepat bukan pilihan, melainkan keniscayaan.

Peningkatan Kuantitas dan Kualitas

Data Badan Pusat Statistik tahun 2024 menunjukkan tingkat partisipasi kasar pendidikan tinggi Indonesia mencapai 32,7 persen. Meskipun masih tertinggal dari Thailand dengan 49,6 persen dan Malaysia 43,2 persen, angka ini menunjukkan tren positif dan potensi pertumbuhan signifikan. Tantangan yang menghadang adalah bagaimana memastikan peningkatan kuantitas diikuti dengan peningkatan kualitas yang memadai.

Theodore Schultz, ekonom peraih Nobel, telah membuktikan bahwa investasi dalam pendidikan menghasilkan return lebih tinggi dibandingkan investasi fisik. Perhitungan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2023 menunjukkan setiap rupiah yang diinvestasikan dalam pendidikan tinggi berpotensi menghasilkan return ekonomi tiga hingga lima kali lipat dalam jangka panjang. Andreas Schleicher, pakar pendidikan OECD, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan apa yang kita ketahui, tetapi mempersiapkan peserta didik menghadapi apa yang belum kita ketahui.

Transformasi kurikulum menjadi prioritas utama. Survei tracer study Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024 mengungkapkan bahwa 68 persen pemberi kerja menginginkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada lulusan. Tulisan ini bukanlah kritik, melainkan masukan untuk penyempurnaan.

Integrasi Ketrampilan

Perguruan tinggi kini semakin menyadari urgensi mengintegrasikan keterampilan abad 21, mulai dari critical thinking, creativity, collaboration, hingga communication, dalam kurikulum berbasis kompetensi. Beberapa universitas terkemuka telah memulai kolaborasi dengan industri dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Penguatan STEM dan literasi digital menunjukkan progres menggembirakan. Data McKinsey Global Institute memproyeksikan bahwa pada 2030, sekitar 23 persen pekerjaan di Indonesia akan bertransformasi akibat otomasi dan kecerdasan buatan. Merespons ini, berbagai perguruan tinggi telah mengembangkan program-program inovatif dalam bidang Data Science, Artificial Intelligence, dan Digital Technology. Meskipun saat ini baru 18 persen mahasiswa terdaftar dalam program STEM, tren peningkatan minat generasi muda terhadap bidang teknologi menunjukkan arah yang tepat.

Investasi dalam pengembangan dosen menunjukkan komitmen serius. Data Kemendikbudristek mencatat 28 persen dari 300 ribu dosen berkualifikasi doktor, dengan tren peningkatan setiap tahun. Program beasiswa studi lanjut, pelatihan berkelanjutan, dan kolaborasi riset internasional terus diperluas. Transformasi digital pendidikan tinggi pasca pandemi membuka peluang baru melalui Artificial Intelligence (AI), Learning Analytics, dan Adaptive Learning Systems (ALS) yang mempersonalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan mahasiswa.

Pemerataan akses pendidikan tinggi mengalami kemajuan berarti. Program beasiswa dari pemerintah dan swasta terus diperluas untuk menjangkau talenta dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil. Pendidikan jarak jauh berkualitas kini lebih mudah diakses, membuka kesempatan bagi jutaan anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terbatas jarak geografis.

Reputasi karena Internasionalisasi

Internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia menunjukkan potensi besar yang perlu dioptimalkan. Saat ini, Indonesia menarik 9.800 mahasiswa internasional, sementara Malaysia menargetkan 250.000, Singapura 53.759, Thailand 45.000, dan Vietnam 22.000 mahasiswa. Jane Knight dari University of Toronto menekankan bahwa kehadiran mahasiswa dan dosen serta peneliti internasional menciptakan lingkungan pembelajaran dinamis dan meningkatkan reputasi institusi.

Indonesia sesungguhnya memiliki keunggulan kompetitif: keragaman budaya, biaya hidup terjangkau, dan semakin banyaknya program berbahasa Inggris berkualitas. Dengan strategi branding yang tepat dan investasi dalam international office profesional, Indonesia berpotensi menjadi education hub regional.

Tantangan pendanaan memerlukan solusi kreatif dan kolaboratif. Meskipun alokasi anggaran pendidikan tinggi saat ini 1,2 persen GDP, di bawah rata-rata OECD 2,8 persen, berbagai perguruan tinggi telah mengembangkan diversifikasi sumber pendanaan melalui kemitraan dengan industri, endowment fund alumni, dan komersialisasi hasil riset.

Pemerintah dapat mendorong insentif fiskal bagi perusahaan yang berinvestasi dalam pendidikan dan riset, menciptakan sinergi triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah.

Wajah Perguruan Tinggi Indonesia di 2045

Proyeksi "wajah" pendidikan tinggi Indonesia di tahun 2045 dengan kondisi investasi saat ini sangat mengkhawatirkan. Tanpa peningkatan signifikan alokasi anggaran sesuai amanat konstitusi, Indonesia akan menghadapi krisis multidimensi: perguruan tinggi dengan infrastruktur ketinggalan zaman, dosen berkualifikasi rendah, kurikulum tidak relevan, kesenjangan akses yang melebar, dan isolasi dari jejaring akademik global.

Lulusan perguruan tinggi Indonesia akan kesulitan berkompetisi di pasar kerja domestik, apalagi global. Bonus demografi yang seharusnya menjadi aset akan berubah menjadi beban ketika 68 juta penduduk usia produktif memasuki pasar kerja tanpa kompetensi memadai.

Sebaliknya, jika pemerintah berkomitmen meningkatkan investasi pendidikan tinggi secara substansial, Indonesia berpotensi mentransformasi perguruan tingginya menjadi pusat keunggulan regional. Dengan terbangunnya infrastruktur modern, dosen berkualifikasi tinggi, kurikulum berbasis kompetensi masa depan, akses yang inklusif, dan jejaring internasional yang kuat, perguruan tinggi Indonesia dapat menjadi education hub yang menarik talenta terbaik dunia.

Indonesia berdiri di persimpangan antara potensi dan tantangan. Pendidikan tinggi berkualitas adalah investasi terbaik yang dapat dilakukan bangsa ini untuk masa depannya. Komitmen bersama dari pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat diperlukan untuk mentransformasi pendidikan tinggi dari sistem berorientasi masa lalu menjadi ekosistem pembelajaran yang mempersiapkan generasi memimpin Indonesia menuju kejayaannya di tahun 2045.

Antara Komitmen, Transformasi, Kolaborasi dan Investasi

Kunci keberhasilan terletak pada komitmen bersama. Pemerintah perlu konsisten meningkatkan alokasi anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi. Perguruan tinggi harus terus berinovasi dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan tata kelola. Industri dapat memperluas kemitraan dalam bentuk magang berkualitas, riset kolaboratif, dan rekrutmen talenta terbaik. Masyarakat mendukung dengan membangun budaya menghargai pendidikan dan riset.

Indonesia memiliki modal kuat: populasi muda yang besar, ekonomi tumbuh dinamis, dan komitmen kuat terhadap pendidikan. Philip Altbach, profesor Boston College, mengingatkan bahwa universitas yang terbuka terhadap kolaborasi global akan tetap relevan dan unggul.

Pengalaman negara-negara tetangga seperti Vietnam membuktikan bahwa dengan strategi tepat, negara berkembang dapat mentransformasi pendidikan tingginya dalam waktu relatif singkat. Vietnam berhasil meningkatkan jumlah mahasiswa internasional dari 16.000 menjadi 22.000 dalam dua tahun, sambil menarik 3.000 profesor asing melalui kombinasi kebijakan terbuka, investasi infrastruktur, dan program berbahasa Inggris berkualitas.

Dengan investasi tepat, strategi transformatif, dan kolaborasi multipihak, perguruan tinggi Indonesia dapat menjadi mercusuar pendidikan yang menerangi jalan menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan tinggi berkualitas adalah investasi terbaik untuk masa depan gemilang bangsa ini dan Indonesia Emas 2045 bukan mimpi jika pendidikan tinggi menjadi prioritas investasi, bukan sekadar retorika. Tetapi tanpa investasi memadai hari ini, Indonesia Emas 2045 akan tetap menjadi slogan belaka, bukan realitas.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image