Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga Sebut Dampak Kebijakan Pemerintah
Politik | 2026-02-14 00:53:20
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga Sebut Itu Dampak Kebijakan Pemerintah
Saat angka pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025 diumumkan, banyak yang bertanya: apa yang sebenarnya terjadi di balik angka itu?Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melihatnya sebagai hasil dari strategi pemerintah yang dijalankan sepanjang tahun kemarin. Bukan sekadar angka di atas kertas, menurutnya, ini mencerminkan dinamika yang nyata di lapangan. Kalau kita mundur sedikit, pertumbuhan 5,11 persen ini tak datang begitu saja. Airlangga mengatakan, ada kombinasi dari beberapa faktor yang membuat perekonomian bertahan dan menunjukkan tanda positif terutama di penghujung 2025.
Industri dan Pertanian Tumbuh
Jika dilihat lebih dekat, sektor industri manufaktur serta pertanian memberi kontribusi besar. Dua sektor ini bergerak cukup kuat di sepanjang tahun. Dengan permintaan domestik yang tetap tinggi dan aktivitas produksi yang tidak terhenti, pertumbuhan ekonomi jadi punya pondasi yang lebih solid. Airlangga menekankan bahwa sektor industri “mengembang” dibanding tahun sebelumnya. Sementara sektor pertanian juga tidak kalah, jadi tulang punggung ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Stimulus Pajak sebagai Mesin Penggerak Konsumsi
Ada satu hal menarik yang disebut Airlangga: insentif pajak. Pemerintah memberikan beberapa kelonggaran, termasuk PPN ditanggung pemerintah untuk beberapa barang dan layanan. Mereka juga melonggarkan aturan pajak penghasilan untuk pekerja bergaji di bawah Rp10 juta.Apa dampaknya?Menurut Airlangga, stimulus ini membuat daya beli masyarakat tetap hidup. Ketika konsumen punya lebih banyak ruang untuk belanja, transaksi di pasar pun ikut hidup dan ini terasa jelas di angka pertumbuhan.
Siapkan Stimulus Baru untuk Ramadan & Idul Fitri
Airlangga juga menyinggung rencana pemerintah untuk membuat stimulus baru lagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Misalnya pengurangan atau bahkan penghapusan PPN untuk tiket perjalanan dan kebutuhan masyarakat di momen itu.Langkah semacam ini dimaksudkan supaya kegiatan masyarakat tetap berjalan lancar dan ekonomi bergerak cepat terutama di sektor konsumsi yang biasanya memuncak saat libur besar.
(Penulis: Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
