Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image masapan

IHSG Tertekan: Ketika Pasar Turun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | 2026-02-06 17:44:30

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan. Dalam beberapa waktu terakhir, pasar saham Indonesia melemah seiring tekanan yang datang dari berbagai arah. Turunnya IHSG bukan sekadar mematok harian, melainkan cerminan dari sentimen pasar yang sedang tidak stabil.

Ilustrasi pergerakan IHSG yang fluktuatif di tengah tekanan pasar. Sumber: Pixabay

Dari sisi global, ekonomi masih menjadi faktor utama. Kebijakan suku bunga tinggi di negara maju, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, serta ketegangan geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko. Akibatnya, terjadi arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal. Ketika arah kebijakan yang diukur belum cukup memberikan kepastian, investor memilih wait and see. Kondisi ini diperparah oleh aksi panik menjual—penjualan saham secara masif akibat ketakutan akan penurunan yang lebih dalam.

Muhammad Farhan,kontributor Retizen (Dokumentasi Pribadi)

Namun penting untuk dipahami, koreksi IHSG tidak selalu menandakan krisis. Dalam dinamika pasar modal, penurunan merupakan bagian dari siklus yang wajar. Bursa Efek Indonesia bahkan memiliki mekanisme trading halt untuk meredam ketakutan dan menjaga stabilitas pasar ketika penurunan terjadi terlalu cepat.

Bagi investor, situasi ini menuntut kedewasaan dalam mengambil keputusan. Alih-alih bereaksi emosional, memahami konteks global, kondisi fundamental emisi, serta tujuan investasi jangka panjang menjadi kunci. Pasar boleh bergejolak, tetapi rasionalitas tetap menjadi pegangan utama.

Kesimpulannya, tekanan pada IHSG mencerminkan kombinasi sentimen global dan domestik, bukan semata-mata kelemahan ekonomi nasional. Di balik volatilitas, selalu ada peluang—bagi mereka yang mampu membaca situasi dengan jernih dan tidak larut dalam ketakutan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image