Ngomong Baik ke Air: Ketika Energi Positif Membangun Kebaikan
Eduaksi | 2026-03-03 12:31:50
Air bukan hanya cairan bening yang kita minum setiap hari. Air adalah kehidupan. Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air, begitupun bumi meliputi luas lautan yang melebihi daratan. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa dengan Air, Allah menjadikan sesuatu menjadi hidup. Inilah tanda bahwa kebesaran-Nya dan kasih sayang-Nya dekat dengan kita.
Muncul pertanyaan menarik, apakah kata-kata baik dan doa yang kita ucapkan memiliki pengaruh terhadap air? Dalam Islam, kita telah diajarkan agar membaca doa terlebih dahulu sebelum makan termasuk minum bahkan meyakini keberkahan air sebagaimana terdapat pada air Zamzam. Maka dari itu, air tidak hanya untuk dikonsumsi melainkan dapat menjadi wasilah kebaikan.
Di sisi lain, terdapat kajian ilmiah yang menerangkan respon air terhadap lingkungan dan perlakuan manusia. Peneliti Jepang yang melakukan percobaan di tahun 2000-an, Dr.Masaru Emoto menjelaskan bahwa terjadi perubahan pada struktur kristal air setelah diberikan kata-kata, musik, atau pikiran tertentu baik positif ataupun negatif.
Dalam buku berjudul The Hidden Messages in Water karya Dr.Masaru Emoto menjelaskan bahwa Air merekam pesan seperti pita magnetik, jika kita memberikan energi positif melalui kata-kata baik ataupun doa, ia akan merespon dengan baik.
Misalkan kita berkata-kata baik ke air maka air akan merespon dengan cara terjadi perubahan pada struktur kristal berbentuk heksagonal. Struktur air yang terbaik di dunia saat ini yaitu air Zamzam di Mekkah dikarenakan di tempat itu banyak doa yang dipanjatkan. “Air terbaik yang ada di seluruh bumi ialah air Zamzam.” (HR. Thabrani).
Dalam QS. An-Nahl ayat 10:
هُوَالْذِيْ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً لَكُمْ مَّنْهُ شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُوْسِيْمُوْنَ.
Artinya: “Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu. Sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan yang dengannya kamu menggembalakan ternakmu.”
Penelitian yang dilakukan oleh Emoto mendorong kita betapa pentingnya afirmasi dan menghindari bahasa yang kasar. Di bulan Ramadhan ini, menganjurkan umat muslim untuk senantiasa menjaga hati, perkataan, dan perbuatan. Maka dari itu alangkah baiknya ketika sebelum kita berbuka puasa maka berdoa dan melakukan afirmasi positif, seperti ucapan syukur atas rezeki yang telah diberikan, doa yang ingin dipanjatkan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, kita dapat melantunkan rekaman Al-Quran atau membaca Al-Quran jika air ada di dekat kita dan akan diminum, bahkan ketika berwudhu kita juga dapat melakukan afirmasi positif.
Pada akhirnya, ilmu pengetahuan dan agama tidak harus dipertentangkan. Sejatinya, kedua hal tersebut menjelaskan bahwa alam semesta tidak diciptakan tanpa hikmah. Kita harus punya keyakinan penuh bahwa ngomong ke air bukanlah sesuatu yang aneh. Kita juga perlu menjaga lisan, memperbanyak doa, dan memuliakan air sebagai anugerah sebagai bentuk kesadaran spiritual. Wallahua’lam bisshowab
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
