Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Azizah Estetika

Puasa Saat Hamil: Cara Aman Menjaga Janin dan Kesehatan Ibu

Eduaksi | 2026-02-13 21:05:18
Foto Wanita hamil saat menjalankan ibadah puasa (dok.Asada Nami)

Puasa saat hamil masih menjadi perbincangan yang berulang setiap Ramadan. Banyak ibu hamil bertanya-tanya, amankah menjalani ibadah puasa? Tenaga kesehatan mengingatkan, keputusan itu tidak boleh diambil serampangan. Pemeriksaan kondisi kehamilan tetap menjadi langkah pertama.

Bd. Nuryulianti, Amd. Keb, tenaga kesehatan di Klinik Fairy, menekankan pentingnya konsultasi sebelum ibu hamil memutuskan berpuasa. Ia menilai, evaluasi medis membantu memastikan kondisi ibu dan janin berada dalam batas aman.

“Pada umumnya, jika kehamilan tidak memiliki indikasi medis tertentu, ibu hamil aman untuk berpuasa,” kata Nuryulianti saat dimintai keterangan di dklinik fairy.

Namun, Nuryulianti menggarisbawahi sejumlah kondisi yang menuntut kehati-hatian. Trimester pertama, misalnya, kerap diwarnai mual, lemas, dan rasa tidak nyaman. Pada fase ini, tubuh ibu sedang beradaptasi dengan perubahan hormonal yang signifikan.

Ia juga menyebut faktor lain yang perlu diperhatikan: berat badan yang tidak sesuai usia kehamilan, volume ketuban yang berkurang, hingga kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronik). Dalam situasi tersebut, ibu hamil sebaiknya tidak memaksakan diri.

“Ibu hamil disarankan memprioritaskan kesehatan diri dan janin,” ujarnya.

Perhatian berikutnya tertuju pada asupan nutrisi. Puasa, kata Nuryulianti, bukan alasan untuk mengabaikan kualitas makanan. Ibu hamil tetap perlu memenuhi kebutuhan gizi seimbang, termasuk sayur dan buah.

“Untuk hidrasi jangan lupa. Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan cairan sekitar dua liter dari sahur hingga berbuka,” tambahnya.

Soal aktivitas, ia memberi catatan praktis. Ibu hamil masih dapat menjalani rutinitas harian, tetapi sebaiknya memilih aktivitas ringan. Beban fisik berlebihan berpotensi memicu kelelahan yang tidak perlu.

Terkait dampak puasa terhadap perkembangan janin, Nuryulianti memberikan penegasan yang menenangkan.

“Puasa pada umumnya tidak mengganggu perkembangan janin jika kondisi kehamilan sehat. Namun, jika ada indikasi tertentu, ibu harus memeriksakan diri terlebih dahulu,” ujarnya.

Pesan akhirnya sederhana, tetapi krusial. Ibu hamil tidak perlu cemas berlebihan. Kuncinya terletak pada pengenalan kondisi tubuh, pemenuhan nutrisi, serta pemeriksaan kehamilan yang rutin. Puasa, pada akhirnya, bukan sekadar soal menahan lapar, melainkan juga menjaga keselamatan dua kehidupan sekaligus.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image