Tarhib Ramadhan: Saatnya Hijrah dari Maksiat Menuju Taat
Agama | 2026-02-08 16:03:35
Bantul (MAN 3 Bantul)--
Ramadhan adalah Bulan yang dinanti oleh hati-hati yang rindu akan ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT. Ia datang membawa cahaya bagi jiwa yang lelah oleh hiruk-pikuk dunia, serta membuka pintu-pintu langit bagi doa-doa yang terucap dengan penuh harap.
Tarhib Ramadhan bukan sekadar tradisi menyambut datangnya bulan suci, tetapi merupakan wujud kesiapan lahir dan batin untuk memasuki madrasah kehidupan bernama Ramadhan. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, pembeda antara yang hak dan yang batil. Setiap detik menjadi bernilai ibadah, setiap langkah mengandung pahala.
Menyambut Ramadhan berarti membersihkan hati dari dengki, memaafkan sesama, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. serta manusia. Sebab, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menata kembali arah hidup agar lebih taat dan bermakna.
Di lingkungan pendidikan, seperti madrasah dan pesantren, Tarhib Ramadhan menjadi sarana pembentukan karakter religius peserta didik. Kegiatan seperti pengajian, lomba islami, kajian keutamaan Ramadhan, dan kerja bakti membersihkan masjid merupakan bentuk tarhib yang menanamkan nilai cinta ibadah, tanggung jawab, serta kebersamaan.
Dalam rangka Tarhib Ramadhan, siswa kelas X E MAN 3 Bantul menggelar kegiatan pengajian pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Draman, Srimartani, Piyungan, Bantul. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan nuansa spiritual sebagai upaya mempersiapkan diri lahir dan batin menyongsong bulan penuh ampunan.
Acara dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab sebagai bentuk tawassul dan permohonan keberkahan kepada Allah Swt. agar seluruh rangkaian kegiatan diberi kelancaran dan membawa manfaat bagi seluruh peserta yang hadir.
Pada sesi inti, Ananda Nadilla Aulia Dewi, siswi kelas X E MAN 3 Bantul, menyampaikan tausiyah bertema “Jauhi Maksiat Menyambut Ramadhan”. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk membersihkan hati dan memperbaiki akhlak. Menjauhi perbuatan maksiat, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, menjadi langkah awal agar ibadah puasa diterima oleh Allah SWT. Ia mengajak seluruh teman-temannya untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik menuju pribadi yang lebih taat dan berakhlakul karimah.
Sambutan pertama disampaikan oleh Shahibul Bait, Zidni Hikam, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pengajian ini. Beliau berharap kegiatan semacam ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat beribadah di kalangan pelajar.
Selanjutnya, sambutan sekaligus arahan diberikan oleh Wali Kelas X E, Aban Said, S.Pd. menyampaikan pesan dan mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan pergaulan menjelang Ramadhan. Beliau menekankan bahwa ilmu yang dipelajari di madrasah harus tercermin dalam sikap dan perbuatan sehari-hari, terutama dalam menghindari maksiat dan memperbanyak amal saleh.
Sebagai penutup, Aban Said, S.Pd. juga memimpin doa bersama, memohon kepada Allah Swt. agar seluruh siswa diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan, dijauhkan dari perbuatan dosa, serta diberi keberkahan dalam menuntut ilmu.
Kegiatan pengajian Tarhib Ramadhan kelas X E MAN 3 Bantul ini menjadi wujud nyata ikhtiar spiritual dalam menyambut bulan suci dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat untuk memperbaiki diri, sehingga Ramadhan dapat dijalani sebagai bulan pendidikan ruhani yang membawa perubahan positif bagi para siswa. (Muthmainnah)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
