Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Eko Widiantoro

Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing Menyemai Karakter Pelajar Lewat Bertani

Pendidikan dan Literasi | 2026-01-22 23:34:14
Ketua Komite SMAN 1 Cikijing, H.Baya (kemeja putih) didampingi Ustdz Omang dan rekan. (Foto: Eko/Republika)

Retizen.Relublika.co.id, MAJALENGKA — Di halaman SMAN 1 Cikijing, Kabupaten Majalengka, sebidang lahan masih tampak kosong. Namun di balik tanah yang belum tersentuh cangkul itu, Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing tengah menyiapkan sebuah gagasan: menjadikan bertani sebagai medium pendidikan karakter bagi siswa.

Gagasan tersebut muncul dari Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing melalui koordinasi Komite Pancawaluya bersama pihak sekolah. Program bertani ini dirancang sebagai upaya menanamkan nilai kemandirian, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan berpijak pada budaya lokal masyarakat Cikijing.

Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing, H. Baya, mengatakan selama ini pendidikan terlalu sering berhenti pada capaian akademik. Padahal, menurut dia, sekolah memiliki tanggung jawab lebih besar dalam membentuk karakter dan sikap hidup peserta didik.

“Bertani itu mengajarkan kesabaran, konsistensi, dan tanggung jawab. Anak-anak belajar bahwa hasil tidak bisa instan. Proses seperti inilah yang ingin kami tanamkan,” kata Baya, Kamis (22 /1/ 2026).

Dalam konsep awal yang disusun, sekolah bersama komite berencana memanfaatkan lahan di lingkungan sekolah untuk kegiatan bercocok tanam. Sejumlah komoditas yang diusulkan antara lain bibit anggur, daun katuk, serta berbagai jenis sayuran. Seluruh aktivitas nantinya akan melibatkan siswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Menurut Baya, gagasan ini sejalan dengan nilai Pancawaluya yang selama ini ditekankan oleh Gubernur Jawa Barat dalam pembangunan sumber daya manusia, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Nilai-nilai tersebut dinilai akan lebih bermakna jika dihadirkan melalui praktik nyata, bukan sekadar slogan.

Pihak sekolah menyambut baik rencana tersebut dan menilai program bertani dapat menjadi sarana penguatan Profil Pelajar Pancasila. Nilai gotong royong, kemandirian, dan nalar kritis diharapkan tumbuh melalui proses belajar yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Ke depan, Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing berharap gagasan ini dapat segera direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan. Bagi mereka, lahan sekolah bukan hanya ruang fisik, melainkan ruang harapan tempat pendidikan karakter dirancang untuk tumbuh sebelum benar-benar ditanam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image