Saat Libur Kurang Bisa Dinikmati: Mahasiswa Terjebak Musim Hujan
Curhat | 2026-01-23 02:10:44
Waktu liburan tiba, tetapi sebagai mahasiswa kita tidak bisa ke mana-mana karena hujan yang terus-menerus mengguyur kota. Seharusnya, masa liburan bisa dimanfaatkan dengan lebih produktif ketika kita bebas bepergian tanpa kendala. Namun, hujan justru menjadi hambatan yang datang tanpa diduga.
Meski demikian, kondisi ini perlahan memaksa mahasiswa untuk beradaptasi. Rencana liburan yang semula dipenuhi agenda keluar rumah, bertemu teman, atau sekadar jalan-jalan harus berubah menjadi aktivitas yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Kamar dan rumah pun menjadi ruang utama untuk menghabiskan waktu selama liburan.
Di tengah keterbatasan tersebut, hujan sebenarnya memberi jeda yang tak direncanakan. Waktu yang biasanya habis di perjalanan kini bisa dialihkan untuk beristirahat, membaca bacaan yang seringkali tertunda untuk selesai, menonton film, atau menyelesaikan hal-hal kecil yang selama masa perkuliahan sering terabaikan. Bahkan, lebih banyak waktu bercengkrama bersama keluarga. Meski tidak semua rencana berjalan sesuai harapan, liburan tetap memiliki makna jika diisi dengan kesadaran dan penyesuaian diri.
Pada akhirnya, hujan bukan sekadar penghalang, melainkan pengingat bahwa produktivitas tidak selalu harus diukur dari seberapa jauh kita melangkah ke luar rumah. Terkadang, diam sejenak dan berdamai dengan keadaan justru menjadi bagian penting dari proses belajar sebagai mahasiswa.
Meski hujan menjadi sosok penghalang di liburan mahasiswa kali ini, momen ini tetap bisa dimanfaatkan untuk hal-hal sederhana yang bermanfaat. Liburan tak selalu soal pergi jauh, tapi tentang bagaimana mahasiswa mengisi waktu luang dengan bijak sebelum kembali ke aktivitas perkuliahan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
