Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image pdpm kabupaten pekalongan

Isra Miraj: Perjalanan Langit yang Menguatkan Arah Hidup

Khazanah | 2026-01-16 10:56:31

Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh gangguan, banyak anak muda merasa lelah tanpa tahu arah. Isra Mi'raj hadir bukan sekadar kisah sejarah, melainkan pengingat bahwa hidup membutuhkan tujuan yang lebih tinggi dari sekadar pencapaian dunia.

Allah SWT berfirman:

“Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa agar Kami perlihatkan kepada sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami.”

(QS. Al-Isra: 1)

Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi ke langit adalah perjalanan amanah. Dalam hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menceritakan pertemuannya dengan para nabi di tiap lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Semua itu bukan untuk menjauh dari kehidupan manusia, tetapi justru untuk kembali memikul tanggung jawab besar.

Puncak Isra Mi'raj bukanlah keindahan langit, melainkan turunnya perintah salat lima waktu. Perintah ini langsung diterima oleh Nabi SAW, sebagai penanda bahwa hubungan dengan Allah adalah fondasi utama kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa shalat diwajibkan lima waktu namun bernilai lima puluh dalam pahala. Ini pesan penting bagi generasi muda hari ini: salat bukan beban, melainkan hadiah.

Allah menegaskan:

“Sejujurnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-'Ankabut: 45)

Di zaman yang gaduh dan serba instan, Isra Mi'raj mengajarkan bahwa ketenangan lahir dari kedekatan dengan Allah. Ketika arah hidup terasa kabur, bisa jadi bukan dunia yang perlu ditinggalkan, melainkan salat yang perlu ditegakkan.

penutup

Rasulullah SAW naik ke langit, lalu kembali ke bumi dengan misi. Maka Isra Mi'raj seharusnya mengajak kita melakukan hal yang sama: menaikkan iman, lalu membumikan akhlak. Karena dari salat yang terjaga, lahirlah hidup yang lebih terarah.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image