Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Khansa Ikram Maliq

Tak Sekadar Sampah: Aksi Santri MBS Pleret Sulap Botol Bekas Jadi Manfaat

Eduaksi | 2026-01-16 10:01:01

Bantul - Santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pleret mengambil langkah kreatif dalam mengurangi sampah plastik dengan mengubah botol bekas menjadi barang bernilai guna. Kegiatan ini merupakan bentuk kesadaran lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kemandirian ekonomi santri di lingkungan pesantren.
Program ini tidak hanya fokus pada pengumpulan botol bekas, tetapi juga pada pemanfaatan dan pengelolaannya agar memiliki nilai jual maupun nilai fungsi. Para santri diajak memilah sampah plastik, membersihkan, mengolah, hingga memanfaatkannya menjadi produk kreatif seperti pot tanaman, tempat alat tulis, hingga ecobrick sebagai bahan bangunan sederhana.
Salah satu pendamping santri, Ustadz Irfan menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui praktik lingkungan. Ia mengatakan, "Kami ingin para santri belajar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial." Selain itu, beliau juga menambahkan secara langsung bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman praktik nyata.Menurut penyampaiannya secara tidak langsung, Ustadz Irfan berharap program ini mampu membangun kesadaran lingkungan yang konsisten dan menjadi kebiasaan santri dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu santri memaparkan bahwa ia pun merasakan dampak positifnya. Naafi, menyampaikan pengalamannya. Ia berkata, "Awalnya saya pikir botol bekas hanya sampah. Tapi setelah belajar, ternyata bisa dijual atau dibuat jadi kerajinan." Ia juga menambahkan, "Rasanya senang karena bisa membantu pesantren sambil belajar hal baru."
Secara tidak langsung, Naafi menjelaskan bahwa kegiatan ini telah membuka wawasannya mengenai nilai dari barang bekas, yang sebelumnya ia anggap tidak berguna. Ia merasa bahwa kegiatan tersebut memberi pengalaman baru dan menumbuhkan rasa percaya diri serta tanggung jawab.
Meski berjalan sukses, program ini tetap menghadapi tantangan, salah satunya masalah konsistensi dalam pemilahan sampah. Diperlukan pembiasaan dan edukasi berkelanjutan agar seluruh santri dapat memahami dan menerapkan sistem daur ulang dengan benar.
Ke depan, pihak pesantren berencana mengembangkan program ini menjadi lebih besar melalui pembentukan bank sampah, pelatihan produk kreatif berbasis daur ulang, hingga kerja sama dengan komunitas lingkungan. Tujuannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi budaya eco-friendly di lingkungan pesantren.
Dengan semangat peduli lingkungan, kreativitas, dan kerja sama para santri, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi pesantren maupun institusi pendidikan lain dalam mengelola limbah plastik dan membangun ekosistem sekolah yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.



Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image