Seblak Tasik Camilan yang Naik Kelas dari Kampung Menjadi Kekinian
Kuliner | 2026-01-16 06:18:03Indonesia merupakan surganya kuliner dengan kekayaan rasa yang tak terhitung, di mana setiap daerah menyimpan harta karun lidah yang menggoda selera dan membangkitkan nostalgia. Jika Jawa Tengah memiliki Nasi Gandul yang ikonik, maka Jawa Barat memiliki Seblak—kerupuk basah berbumbu kencur yang kini telah bertransformasi dari sekadar jajanan kampung menjadi primadona kuliner kekinian yang digandrungi lintas generasi.
Salah satu yang berhasil membawa cita rasa autentik ini ke level yang lebih tinggi adalah Seblak Asik (Asli Tasik). Terletak di tengah hiruk-pikuk kota, kedai ini menjadi jawaban bagi para pemburu kuliner yang merindukan pedasnya rempah asli Bumi Galunggung.
Nama "Asik" sendiri bukan sekadar label, melainkan singkatan dari "Asli Tasik", sebuah komitmen untuk menjaga kemurnian rasa dari daerah asalnya. Adalah Ibu Edah, sosok di balik dapur Seblak Asik, yang dengan berani memperkenalkan varian seblak asli Tasikmalaya yang memiliki karakteristik berbeda dari seblak pada umumnya.
"Saya melihat potensi pasar yang sangat besar untuk kuliner pedas, namun banyak seblak saat ini yang hanya mengandalkan pedas cabai tanpa kekuatan rempah. Seblak Asik saya hadirkan sebagai oase nostalgia bagi warga Tasik yang merantau, sekaligus jembatan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa seblak yang benar itu harus wangi kencur dan gurih rempah," ujar Ibu Edah, Senin (29/12/2025).
Keistimewaan Seblak Asik terletak pada penggunaan bumbu rahasia yang diracik sendiri oleh Bu Edah. Tanpa bahan pengawet, ia menggunakan kencur pilihan, bawang putih, dan cabai kering yang diolah secara tradisional untuk menjamin rasa gurih pekat yang tak tertandingi.
Meski berangkat dari resep tradisional, Ibu Edah sangat jeli melihat perkembangan zaman. Di tangannya, seblak naik kelas dengan berbagai pilihan topping premium, mulai dari sukiyaki, dumpling cheese, hingga tulang rangu yang sedang tren.
"Awalnya saya hanya ingin menyajikan jajanan kampung yang sehat dan enak. Tapi di luar dugaan, peminatnya bukan hanya anak muda, tapi juga orang tua dan pekerja kantoran. Sekarang, Seblak Asik malah sering dipesan untuk acara arisan, kumpul komunitas, hingga pesanan rutin dari kantor-kantor pemerintahan yang ketagihan dengan aromanya," tambah Bu Edah.
Sajian ini bukan sekadar camilan, melainkan perpaduan tekstur kenyal dan ledakan rasa pedas-gurih yang seimbang. Disajikan dalam kemasan yang modern dan bersih, Seblak Asik berhasil mendobrak citra seblak yang dulunya dianggap jajanan pinggir jalan biasa menjadi sajian yang layak masuk ke meja makan siapa saja.
Ibu Edah berharap Seblak Asik dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak cabang di titik strategis. Baginya, seblak bukan hanya sekadar bisnis, melainkan lambang kebanggaan akan identitas kuliner Tasikmalaya yang harus terus dijaga keasliannya di tengah gempuran makanan instan.
Dengan terus berkembangnya usaha ini, Seblak Asik tidak hanya menjadi pilihan kuliner favorit, tetapi juga simbol warisan rasa yang terus dijaga dengan konsistensi. Kesuksesan dan kesetiaan pelanggan menjadi bukti bahwa cita rasa lokal yang dikelola dengan hati mampu merangkul lidah berbagai kalangan masyarakat modern.
Ani Anika
Universita Muhamadiyah Yogyakarta
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
