Bukan Sekadar Pendakian: Sarah Kelopo dan Tantangan Desa Membangun Narasi Wisata
Wisata | 2026-01-14 22:29:20
Oleh: Ozza Jadid Risko Ferdinan
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi wisata alam berupa jalur pendakian Sarah Kelopo yang menawarkan panorama pegunungan dan jalur yang relatif ramah bagi pendaki pemula. Namun, potensi tersebut belum dikenal secara luas karena keterbatasan promosi dan belum terbangunnya narasi wisata yang kuat di ruang digital.
Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sebagai upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan pendakian Sarah Kelopo. Kegiatan ini bertujuan membantu desa membangun citra wisata yang informatif, menarik, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan media digital.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Kedungudi dengan melibatkan perangkat desa serta pemuda setempat. Mahasiswa melakukan observasi lapangan untuk memetakan potensi jalur pendakian, karakter alam, serta kebutuhan promosi wisata desa. Hasil observasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan strategi komunikasi wisata yang sesuai dengan kondisi lokal.
Pelaksanaan program dilakukan pada masa kegiatan pengabdian mahasiswa, seiring meningkatnya peran media sosial sebagai sumber utama informasi wisata. Kondisi ini menjadikan promosi digital sebagai langkah strategis agar potensi pendakian Sarah Kelopo dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda dan komunitas pendaki.
Pembangunan narasi wisata dinilai penting karena promosi tidak hanya berfungsi untuk menarik pengunjung, tetapi juga untuk membentuk cara pandang terhadap desa dan lingkungannya. Dengan narasi yang tepat, Desa Kedungudi dapat menampilkan pendakian Sarah Kelopo sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga mengedepankan nilai edukasi dan pelestarian alam.
Strategi promosi dilakukan melalui pembuatan konten digital berupa foto, video pendek, dan narasi informatif yang disebarluaskan melalui media sosial. Selain itu, mahasiswa Untag Surabaya juga mendorong keterlibatan pemuda desa agar mampu mengelola promosi wisata secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga pengembangan wisata tidak bergantung pada pihak luar.
Melalui program ini, pendakian Sarah Kelopo diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi wisata alam yang dikenal luas tanpa kehilangan jati diri desa. Tantangan membangun narasi wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan potensi lokal, sekaligus menunjukkan bahwa promosi yang tepat dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekonomi dan kemandirian desa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
