Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marsha Rifky Febriansyah

Strategi Lolos SNBP: Tips Masuk PENS dari Sekolah Non-Top 1000

Pendidikan | 2026-01-14 02:29:19
Strategi Lolos SNBP - Marsha Rifky Febriansyah

SURABAYA – Banyak yang bertanya, bagaimana cara lolos SNBP jika sekolah asal tidak masuk peringkat nasional? Marsha Rifky Febriansyah, mahasiswa D4 Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), membuktikan bahwa hal tersebut bukan mustahil. Dengan kombinasi keahlian IT dan strategi yang tepat, ia berhasil menembus persaingan ketat jalur rapor.

Menembus Batas Peringkat Sekolah untuk Lolos SNBP

Banyak calon mahasiswa merasa pesimis jika sekolah asalnya tidak masuk dalam daftar "Top 1000". Marsha, yang merupakan alumni SMAS AL-ISLAM KRIAN, Sidoarjo, sempat merasakan kekhawatiran yang sama saat berjuang untuk lolos SNBP. Namun, ia memilih untuk melawan rasa takut tersebut dengan tekad yang kuat.

"Awalnya saya ragu, apakah nilai rata-rata rapor saya yang sebesar 89.86 bisa mendapatkan 'warna biru' atau justru berakhir merah. Apalagi sekolah saya tidak masuk jajaran top 1000 nasional," kenang Marsha.

Strategi Pivot: Memilih PENS di Atas ITS agar Peluang Lolos SNBP Besar

Langkah krusial pertama yang diambil Marsha adalah melakukan riset mendalam. Awalnya, ia membidik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Namun, setelah memantau pendataan internal sekolah dan perbandingan bobot, ia mengubah haluan agar strategi lolos SNBP miliknya lebih efektif.

Ia menemukan bahwa pembobotan untuk prodi Teknik Informatika di ITS sangat tinggi. Akhirnya, ia menetapkan pilihan pada PENS:

 

  1. Pilihan Pertama: D4 Teknik Informatika PENS (Berhasil lolos)
  2. Pilihan Kedua: D4 Sains Data Terapan PENS

Memaksimalkan Sertifikat untuk Memperkuat Strategi Lolos SNBP

Marsha menekankan bahwa nilai rapor hanyalah satu bagian. Ia memanfaatkan kuota maksimal 3 sertifikat olimpiade yang sejalur dengan jurusan pilihannya. Menurutnya, sertifikat adalah senjata rahasia untuk lolos SNBP di kampus teknik ternama seperti PENS.

Ia memberikan tips tegas: "Jangan cantumkan sertifikat sepele seperti lomba antar-kelas. Pilihlah yang relevan agar memiliki nilai jual di mata panitia seleksi."

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image