Ketika Cara Menentukan Makna
Kolom | 2026-01-13 23:57:33Kata retorika sering kali dipahami secara sederhana sebagai rangkaian kata yang terdengar indah, tetapi kerap diragukan maknanya. Tidak sedikit orang mengaitkannya dengan janji atau pernyataan publik yang dianggap tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Namun, jika dilihat dari sudut pandang komunikasi, retorika sebenarnya memiliki peran yang jauh lebih mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah selama ini kita terlalu cepat menilai retorika sebagai sesuatu yang negatif tanpa benar-benar memahami fungsinya dalam komunikasi?
Pada dasarnya, retorika berkaitan dengan cara manusia menggunakan bahasa dan simbol untuk menyampaikan gagasan. Setiap pesan yang kita terima baik melalui percakapan, tulisan, maupun visual selalu melibatkan pilihan kata dan gaya penyampaian tertentu. Dari sanalah makna sebuah pesan dibentuk dan dipahami oleh orang lain.
Dalam keseharian, retorika hadir tanpa kita sadari. Percakapan ringan, unggahan di media sosial, hingga berita yang kita baca setiap hari, semuanya disusun dengan pertimbangan tertentu agar pesan dapat diterima dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi tidak hanya soal apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan itu disampaikan dan dibingkai.Memahami retorika membuat kita lebih sadar dalam berkomunikasi. Kita tidak hanya berfokus pada menyampaikan pendapat, tetapi juga mulai mempertimbangkan dampak dari bahasa yang digunakan. Komunikasi yang baik bukan semata-mata soal meyakinkan orang lain, melainkan tentang membangun pemahaman dan mengurangi potensi salah tafsir.
Retorika juga mengingatkan bahwa audiens selalu beragam. Setiap orang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, sehingga satu pesan dapat dimaknai secara berbeda pula. Kepekaan dalam memilih bahasa menjadi penting agar komunikasi tidak menutup ruang dialog, melainkan justru membuka kesempatan untuk saling memahami.Di tengah arus informasi yang semakin cepat, pemahaman terhadap retorika menjadi semakin relevan. Kita dihadapkan pada banyak pesan dalam waktu singkat, sehingga dibutuhkan sikap yang lebih reflektif dalam menerima informasi. Dengan memahami cara pesan disusun, kita dapat merespons informasi dengan lebih bijak.
Pada akhirnya, retorika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komunikasi manusia. Ketika digunakan secara sadar dan bertanggung jawab, retorika dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan dengan lebih jelas dan menjaga kualitas ruang publik. Bukan untuk memenangkan perdebatan, tetapi untuk memperkuat pemahaman dan hubungan antarindividu dalam masyarakat.
Jika bahasa memiliki kekuatan membentuk cara kita memahami dunia, sejauh mana kita bertanggung jawab atas pesan yang kita sampaikan dan konsumsi setiap hari?
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
