Menjadi Indonesia di Tengah Isu Perang Dunia III
Politik | 2026-01-13 19:15:58
Isu Perang Dunia III mulai membesar sejak 24 Februari 2022 di saat Rusia melancarkan serangan teradap negara tetangganya yaitu Ukraina. Di perparah lagi dengan konflik Timur Tengah antara Israel dan Palestina yang kembali pecah dan menjadi besar di tanggal 07 Oktober 2023 dan sampai juga membuat Iran memasuki arena perang.
Isu terbaru yang membuat kondisi Internasional semakin memanas adalah saat militer Amerika Serikat bersama Drug Enforcement Administration "DEA" melakukan penangkapan terhadap Presidan Venezuela Nicolás Maduro. Langkah Amerika Serikat tersebut manuai banyak pro dan kontra salah satu nya adalah resiko terjadinya Perang Dunia III.
Dalam keadaan politik Internasional yang sudah mulai tidak stabil seperti sekarang ini, di sisi lain negara kita Republik Indonesia memang tidak secara langsung terlibat dalam konflik-konflik internasional yang sedang terjadi sekarang, namun bersandar di tepi jurang juga bukanlah yang tepat, mengingat konflik internasional pasti akan berpengaruh secara internasional juga.
Dalam hal ini kita sebagai warga Negara Indonesia yang harus kita lakukan adalah mempererat nasionalisme dan persatuan bangsa, mengingat kehancuran dari dalam adalah sama bahayanya dengan kehancuran dari luar. Di tengah ketidakpastian politik Internasional yang dapat menciptakan Konflik antar negara seperti sekarang ini, bersatu sebagai negara kesatuan adalah satu-satu nya harapan untuk kita rakyat Indonesia bisa minjadi kuat, sebagai mana budi luhur yang di ajarkan kepada kita secara turun temurun adalah gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kita hanya bisa berharap dan terus menyuarakan kedamaian absolut terhadap dunia Internasional dan semoga apapun yang akan terjadi di masa yang akan datang kita bisa selalu tegar sebagai satu kesatuan dan persatuan sebagai warga Negara Republik Indonesia.
Syamsudin Ridwan
Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
