Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image MICHELLE DWI SYAFIQAH SARASWATI

Teori Komunikasi Intrapersonal dan Kaitannya dengan Media Sosial

Eduaksi | 2026-01-13 06:38:46

Media sosial tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, tetapi juga berpengaruh pada cara seseorang berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Proses berbicara, berpikir, dan menilai diri sendiri inilah yang disebut komunikasi intrapersonal. Saat seseorang menggunakan media sosial, tanpa disadari ia sering merenung, membandingkan diri, dan mengambil keputusan berdasarkan apa yang ia lihat di layar.

Artikel ini membahas beberapa teori komunikasi intrapersonal yang berkaitan dengan penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

1. Teori Persepsi Diri

Teori persepsi diri menjelaskan bahwa seseorang mengenal dirinya dengan melihat apa yang ia lakukan. Di media sosial, seseorang bisa menilai dirinya dari konten yang ia unggah dan reaksi orang lain terhadap unggahan tersebut.

Contohnya, jika seseorang sering mengunggah aktivitas positif dan mendapatkan banyak like, ia bisa merasa dirinya berharga atau dihargai. Proses menilai diri ini terjadi di dalam pikiran, sehingga termasuk komunikasi intrapersonal.

2. Teori Konsep Diri

Konsep diri adalah gambaran seseorang tentang siapa dirinya. Media sosial memengaruhi konsep diri karena pengguna sering melihat kehidupan orang lain dan membandingkannya dengan diri sendiri.

Ketika seseorang melihat unggahan teman yang terlihat lebih sukses atau bahagia, ia bisa merasa termotivasi atau justru merasa kurang percaya diri. Semua perasaan dan penilaian tersebut merupakan bagian dari komunikasi intrapersonal.

3. Dialog Batin

Dialog batin adalah percakapan yang terjadi di dalam pikiran seseorang. Media sosial sering memicu dialog batin, misalnya saat melihat berita, komentar, atau unggahan tertentu.

Sebagai contoh, seseorang mungkin berpikir, “Aku harus lebih rajin,” atau “Kenapa hidupku tidak seperti itu?” Pikiran-pikiran ini menunjukkan adanya komunikasi intrapersonal yang dipengaruhi oleh media sosial.

4. Teori Kognitif

Teori kognitif menjelaskan bahwa seseorang aktif berpikir dan menafsirkan pesan yang diterimanya. Di media sosial, satu unggahan bisa dimaknai berbeda oleh setiap orang.

Misalnya, komentar yang sama bisa dianggap sebagai kritik membangun oleh satu orang, tetapi dianggap sebagai hinaan oleh orang lain. Perbedaan ini terjadi karena proses berpikir dalam diri masing-masing individu.

5. Regulasi Diri

Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan pikiran dan perilakunya. Dalam penggunaan media sosial, regulasi diri terlihat saat seseorang mengatur waktu bermain media sosial atau memilih konten yang ingin dilihat.

Pikiran seperti “Aku harus berhenti scrolling dan mengerjakan tugas” merupakan contoh komunikasi intrapersonal dalam regulasi diri.

6. Evaluasi Diri

Evaluasi diri adalah proses menilai diri sendiri. Media sosial sering membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain berdasarkan jumlah like, followers, atau gaya hidup.

Jika tidak disikapi dengan bijak, proses ini bisa membuat seseorang merasa tidak puas dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa apa yang ditampilkan di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan.

Media sosial sangat memengaruhi komunikasi intrapersonal seseorang. Melalui persepsi diri, konsep diri, dialog batin, proses berpikir, regulasi diri, dan evaluasi diri, media sosial membentuk cara individu memahami dan menilai dirinya sendiri.

Dengan memahami komunikasi intrapersonal, pengguna media sosial diharapkan dapat menggunakan media sosial secara lebih sadar, bijak, dan sehat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image