Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fahri Candra

Pengaruh Pergaulan Bebas pada Mahasiswa

Gaya Hidup | 2026-01-09 17:27:23
https://share.google/28b1zMxIoJhBJuIe5

Mahasiswa merupakan kelompok usia remaja akhir hingga dewasa awal yang sedang berada pada fase pencarian jati diri. Pada tahap ini, mahasiswa cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru. Kondisi tersebut membuat mahasiswa rentan terhadap pengaruh lingkungan pergaulan, termasuk pergaulan bebas. Pergaulan bebas dapat diartikan sebagai pola pergaulan yang tidak dibatasi oleh norma agama, sosial, dan moral yang berlaku di masyarakat.

Faktor Penyebab Pergaulan Bebas :

Beberapa faktor yang mendorong terjadinya pergaulan bebas pada mahasiswa antara lain kurangnya pengawasan dari keluarga, pengaruh teman sebaya, serta lingkungan kampus dan tempat tinggal yang permisif. Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial juga memudahkan mahasiswa mengakses berbagai informasi dan gaya hidup bebas yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

Dampak Negatif Pergaulan Bebas :

Pergaulan bebas memiliki berbagai dampak negatif bagi mahasiswa. Dari segi akademik, mahasiswa yang terlibat pergaulan bebas cenderung mengalami penurunan prestasi belajar karena kurang fokus pada perkuliahan. Dari segi kesehatan, pergaulan bebas dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta perilaku seksual berisiko yang berpotensi menyebabkan penyakit menular dan kehamilan di luar nikah.

Selain itu, pergaulan bebas juga berdampak pada kondisi psikologis mahasiswa, seperti stres, kecemasan, dan depresi akibat tekanan sosial atau konflik pribadi. Dampak sosialnya pun tidak kalah serius, yaitu rusaknya citra diri mahasiswa di lingkungan masyarakat serta berkurangnya rasa tanggung jawab dan kedisiplinan.

Dampak Positif yang Perlu Disikapi dengan Bijak.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pergaulan yang luas juga dapat memberikan dampak positif, seperti bertambahnya relasi, meningkatnya kemampuan komunikasi, dan terbukanya wawasan baru. Namun, dampak positif tersebut hanya dapat dirasakan apabila mahasiswa mampu menyaring pengaruh pergaulan dan tetap berpegang pada nilai moral serta norma yang berlaku.

Upaya Pencegahannya :

Untuk mencegah dampak buruk pergaulan bebas, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak. Mahasiswa harus memiliki kesadaran diri, kontrol diri, dan pemahaman yang kuat tentang nilai agama dan etika. Keluarga diharapkan tetap memberikan perhatian dan arahan meskipun anak telah berstatus mahasiswa. Selain itu, pihak kampus dapat berperan melalui kegiatan pembinaan karakter, konseling, dan penyediaan lingkungan akademik yang positif.

Jadi Kesimpulannya adalah Pergaulan bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan mahasiswa, baik dari segi akademik, kesehatan, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk bersikap bijak dalam memilih lingkungan pergaulan agar masa perkuliahan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image