Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marketing DT Peduli 2

Dua Bulan Pascabencana, Penyintas di Tukka Masih Bertumpu pada Dapur Umum

Filantropi | 2026-02-26 17:20:50
Dapur Umum DT Peduli di Tukka, masih menjadi tumpuan untuk pengungsi (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | TAPANULI TENGAH - Dua bulan pascabencana melanda kawasan Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kehidupan para penyintas belum sepenuhnya pulih. Keterbatasan pangan dan kebutuhan dasar memaksa warga yang masih bertahan di tenda pengungsian untuk menggantungkan harapan pada bantuan dapur umum.

Pemenuhan gizi masih menjadi kendala utama. Setelah hampir sepekan hanya mengonsumsi nasi dan mi instan, para pengungsi baru kembali mendapatkan asupan makanan yang lebih layak pada Rabu (4/2/2026). Sajian nasi hangat dengan lauk ayam gulai, sayur rebus, dan sambal terasi menjadi menu yang dinantikan di tengah keterbatasan logistik.

"Ini fakta di lapangan. Makan saja masih susah, apalagi kebutuhan lainnya," ujar Novita Sani, relawan dapur umum.

Kondisi Tempat tinggal sementara para penyintas bencana banjir bandang di Tukka, Tapanuli Selatan (Sumber : DT Peduli)

Kondisi ini menggambarkan situasi pasca bencana di Tukka yang masih stagnan. Meski masa tanggap darurat awal telah berlalu, ribuan warga belum dapat kembali beraktivitas normal.

Di tengah situasi sulit ini, operasional dapur umum yang memproduksi sedikitnya 1.600 porsi makanan setiap hari mendapat dukungan penuh dari Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK) Sumatera Selatan dan Forkom IJK Sulawesi Utara. Bantuan dari kedua instansi ini menjadi penopang vital bagi warga yang masih tinggal di tenda-tenda darurat dan belum memiliki kemampuan memasak mandiri.

Dapur Umum DT Peduli di Tukka, masih menjadi tumpuan untuk pengungsi (Sumber : DT Peduli)

Novita dan para relawan berharap kolaborasi semacam ini terus berlanjut hingga kondisi pulih. Prioritas utama saat ini adalah relokasi dari tenda pengungsian ke hunian yang lebih layak agar warga dapat menata kembali kehidupan mereka.

"Semoga keadaan ini segera membaik dan kehidupan warga bisa kembali normal," pungkas Novita. (Agus ID)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image