Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Salsa Nugrahanti Azzahra

Idola dan Penggemar: Bagaimana Hubungan Parasosial Terbentuk

Entertainment | 2026-01-07 16:59:32
Sumber: Pexels.com oleh Wendy Wei

Jika dipikirkan secara logika, rasanya tidak masuk akal jika kita ikut merasakan suatu perasaan yang berasal dari seseorang yang bahkan tidak mengenal nama kita. Namun, bagi seluruh penggemar di dunia, pengumuman seperti ‘perpisahan’ atau ‘kembalinya’ seorang idola seperti mendengar kabar dari teman dekat. Mengapa kita bisa tersenyum, menangis, bahkan mengeluarkan amarah hanya untuk sosok yang hanya kita lihat dari balik layar atau dari kursi penonton?

Rasa dekat ini pun juga tidak terjadi dalam semalam. Di balik layar, terdapat faktor yang membuat ilusi kedekatan ini tumbuh begitu subur. Salah satunya terbentuk karena kehadiran seorang idola secara dalam ruang privat kita secara konsisten. Saat kita secara rutin berinteraksi dengan idola lewat panggung maupun media sosial, mereka berhenti menjadi ‘orang asing’ dan mulai menjadi ‘sosok yang akrab’

Hubungan emosional antara idola dengan penggemar ini dapat disebut dengan hubungan parasosial. Menurut Horton dan Wohl, hubungan parasosial adalah ilusi hubungan timbal balik antara penonton dengan penampil yang terasa seperti hubungan tatap muka di dunia nyata yang sebenarnya bersifat satu arah. Mereka juga membuat contoh dimana media seperti televisi mencoba membuat ilusi hubungan ini dengan cara membuat aktor atau penampil ini ‘menghadap’ ke arah penonton lalu menyapa dan berbicara seolah-olah ia sedang berbincang secara pribadi dengan penonton.

Dalam konteks industri idola, ilusi kedekatan ini dibangun dengan jauh lebih intens. Contohnya, pada AKB48 Group, mereka memiliki acara bernama Handshake Event dan Meet and Greet dimana mereka bisa berjabat tangan dengan member sambil berbincang. Atau pada industri K-POP, terdapat aplikasi bernama bubble yang dirancang untuk membuat penggemar lebih dekat dengan idolanya. Pada aplikasi ini, penggemar dibuat seakan sedang bertukar pesan secara pribadi dengan idolanya.

Pertanyaannya adalah, mengapa begitu mudah kita ‘terjebak’ dalam ikatan emosional satu arah ini? hal ini terjadi karena adanya investasi emosional yang terus berlangsung secara berkelanjutan. Ketika kita mulai mengikuti perjalanan seorang idola, katakanlah dari awal hingga ia mencapai kesuksesan, penggemar akan merasa mereka memiliki andil dalam perjalanan serta pertumbuhan tersebut.

Efek dari ‘tumbuh bersama’ antara idola dan penggemar ini menciptakan adanya rasa kepemilikan dan loyalitas yang mendalam. Akibatnya, ketika suatu hal terjadi pada sang idola, seperti menghadapi masalah atau meninggalkan dunia hiburan, reaksi penggemar muncul bukan sebagai penonton melainkan sebagai individu yang merasa kehilangan bagian dari memori hidupnya sendiri. Penggemar merasakan kesedihan yang setara dengan kehilangan teman di dunia nyata.

Pada akhirnya, hubungan parasosial bukanlah sekadar tanda obsesi, melainkan bukti betapa dahsyat dan canggihnya sebuah media dapat memenuhi kebutuhan manusia akan koneksi. Sang idola memang tidak mengenal nama kita, tetapi kebahagiaan dan motivasi yang mereka berikan sangat nyata. Fenomena hubungan parasosial mengingatkan kita bahwa di tengah kemajuan teknologi saat ini, kebutuhan manusia untuk terus merasa terhubung tetaplah sama. Meskipun hanya di balik layar atau di barisan penonton, emosi yang kita rasakan membuktikan bahwa media berhasil menjadi jembatan bagi rasa memiliki yang melampaui logika.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image