Apakah Kurang Tidur Bisa Menghancurkan Performa Kita Lebih Cepat dari Kalah Latihan?
Lifestyle | 2025-12-28 20:16:44
Di kampus atau tongkrongan, kita sering dengar kalimat heroik:
"Nanti aja tidur, yang penting tugas kelar."
Atau versi lain yang tidak kalah nekat:
"Badan capek? Kopi dua gelas juga sembuh."
Masalahnya, tubuh tidak beroperasi seperti slogan motivasi. Kita bukan mesin yang tinggal diganti oli dan langsung melaju lagi. Ada batas biologis yang sering kita abaikan, sampai akhirnya tubuh memberi peringatan dengan caranya sendiri: sulit fokus, emosi tipis, dan badan seperti habis sparring padahal cuma duduk belajar.
Beberapa atlet bahkan percaya latihan keras lebih penting daripada tidur cukup. Padahal, secara ilmiah yang merusak performa bukan kurang latihan, melainkan kurang istirahat.
Tubuh Tidak Kuat, Otot Tidak Jadi
Dalam sports science, pemulihan adalah bagian dari latihan. Saat tidur, otak merapikan memori, otot diperbaiki, dan hormon stres turun. Tanpa ini semua, latihan berat justru memperburuk kondisi.
Tidur sedikit tapi latihan keras, itu seperti mengisi bensin di motor bocor. Kita jalan, tapi pelan-pelan habis tanpa sadar.
Anehnya, kita lebih takut kalah konsisten daripada kalah sehat.
Produktivitas Tanpa Tidur Bukan Ambisi, tapi Bunuh Diri Pelan-Pelan
Kita sering memuja orang yang kerja atau latihan sampai dini hari, seolah itu bentuk dedikasi. Padahal tubuh menyimpan semua utang tidur itu. Bukan langsung sekarang, tapi nanti. Dalam bentuk:susah fokus waktu ujian atau kerjaperforma olahraga menurun tiba-tibakepala panas tapi ide kosongmood mudah meledakbadan seperti rem blongKadang, kalah di pertandingan kecil hari ini lebih sehat daripada kalah di hidup jangka panjang.
Istirahat Itu Strategi, Bukan Kemalasan
Kita selalu diajari untuk kuat, disiplin, dan tidak banyak alasan. Tapi jarang ada yang mengingatkan bahwa istirahat juga bagian dari strategi kemenangan. Mengatur tempo bukan mundur, itu cara agar kita bisa maju lebih lama.
Tidak semua yang berhenti itu lemah.
Ada yang berhenti untuk kembali utuh.
Pada Akhirnya, Kita Tidak Sedang Mengejar Orang Lain
Kita hanya sedang menyesuaikan ritme tubuh sendiri. Beberapa orang kuat lari 10 km, sebagian lain baru kuat 2 km. Tidak apa-apa. Hidup bukan kompetisi maraton dengan orang asing.
Kalau kita ingin menang, menanglah sesuai kapasitas, bukan sesuai tekanan.
Mungkin kita tidak butuh kopi tambahan.
Mungkin kita hanya butuh tidur yang kita tunda berbulan-bulan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
