Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Admin Eviyanti

Menyelesaikan Stunting Secara Menyeluruh

Politik | 2025-12-27 08:34:54

Oleh Heni Rohaeni

Aktivis Muslimah

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan Program Gerakan Bersama Turunkan Angka Stunting (Geber Tuntas) dan Gerakan Konsumsi Sayur dan Telur (Gekksor), di Pendopo Kecamatan Soreang, Jumat (28/11).

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, kedua program ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung dengan Baznas dan Pemkab Bandung, sebagai langkah percepatan penanganan stunting serta dukungan gizi bagi ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis).

Dalam Program Gekksor, tiap anak maupun ibu hamil bakal mendapatkan dua telur setiap harinya atau 14 telur per minggu yang dipasok Baznas Kabupaten Bandung. Bupati Bandung yang lebih akrab disapa Kang DS menyatakan launching ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari gerakan berkelanjutan yang selaras dengan program pemerintah pusat. "Launching bukan hari ini saja. Program gerakan bersama menjadi awal dan harus terus berjalan ke kecamatan lainnya, didorong dan dibantu program MBG Bapak Presiden Prabowo," jelas Kang DS.

Faktor penyebab stunting selain gizi buruk adalah pengasuhan yang kurang baik, terbatasnya layanan selama kehamilan,kurangnya makanan bergizi,dan kemiskinan. Kemiskinan berisiko mengalami stunting, masyarakat saat ini jangan kan untuk memenuhi kebutuhan gizi, dengan biaya hidup yang serba mahal , ada makanan yang bisa dimakan saja sudah bersyukur. Dalam sistem kapital menyelesaikan masalah stunting hanya pemberian tambahan makanan, susu gratis, atau makan gizi gratis

Berbeda dengan sistem Islam menyelesaikan stunting dilakukan dengan tepat dan benar. Negara menyediakan pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat,tidak membedakan kaya maupun miskin semua berhak terjamin kesehatannya, terutama ibu hamil dan anak.

Dalam sistem Islam menjamin kebutuhan dasar masyarakat berupa sandang, pangan, papan, dan kesehatan. Mempermudah pekerjaan untuk para ayah mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan pokok keluarganya agar terpenuhi asupan gizi dan nutrisinya.

Wallahualam bissawab

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image