Padel: Tren Olahraga Baru atau Hanya Euforia Sesaat?
Olahraga | 2025-12-26 13:21:13Daya Tarik Padel bagi Gaya Hidup Urban
Popularitas padel tak lepas dari perubahan gaya hidup pascapandemi. Kesadaran akan kesehatan meningkat, sementara kebutuhan akan aktivitas sosial juga semakin besar. Padel menjawab keduanya: mudah dimainkan, seru, dan tidak terlalu kompetitif.
Selain itu, padel sangat “ramah media sosial”. Lapangan berdinding kaca, permainan cepat, serta nuansa modern membuatnya menarik untuk dibagikan. Tak heran jika padel kemudian identik dengan gaya hidup urban yang aktif dan kekinian.
Namun, di sinilah letak tantangannya. Ketika sebuah aktivitas lebih dikenal karena citra daripada esensinya, keberlanjutan sering kali menjadi tanda tanya besar.
Belajar dari Tren yang Pernah Viral
Meski padel adalah olahraga, pola pertumbuhannya mirip dengan tren bisnis viral. Ketika satu tempat sukses, yang lain segera menyusul, sering kali tanpa riset pasar yang matang.
Masalahnya, olahraga membutuhkan komitmen. Tidak semua orang yang mencoba padel akan menjadikannya kebiasaan rutin. Jika jumlah lapangan terus bertambah sementara pemain aktif stagnan, maka risiko lapangan sepi tak bisa dihindari.
Apalagi, biaya bermain padel relatif mahal dibanding olahraga lain yang lebih inklusif. Jika padel hanya diposisikan sebagai simbol gaya hidup, bukan kebutuhan olahraga, maka daya tahannya patut dipertanyakan.
Dampak bagi Kota dan Lingkungan
Maraknya lapangan padel juga memunculkan persoalan kota. Alih fungsi lahan yang masif berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari kemacetan, kebisingan, hingga berkurangnya ruang terbuka.
Jika tidak dikelola dengan baik, persaingan antar-lapangan bisa berujung pada perang harga dan penurunan kualitas layanan. Dalam jangka panjang, hal ini justru merugikan konsumen dan citra olahraga padel itu sendiri.
Apakah Padel Akan Bertahan?
Padel sebenarnya punya peluang besar untuk bertahan. Kuncinya ada pada komunitas dan inklusivitas. Jika dikelola sebagai olahraga yang terbuka, terjangkau, dan berkelanjutan, padel bisa menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat urban.
Sebaliknya, jika terus dipasarkan sebagai gaya hidup eksklusif, pasarnya akan sempit dan mudah jenuh. Sejarah sudah berkali-kali menunjukkan bahwa tren yang hanya mengandalkan euforia jarang bertahan lama.
Fenomena lapangan padel mencerminkan dinamika masyarakat kota hari ini—cepat, antusias, tetapi juga mudah berpindah perhatian. Padel bisa menjadi awal budaya olahraga yang positif, atau sekadar tren sesaat yang akan ditinggalkan.
Semua kembali pada cara kita memaknainya: sebagai gaya hidup sementara, atau sebagai kebiasaan sehat jangka panjang.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
