Cuma Niat Cek Jam, Kok Jadi Scroll Satu Jam? Kenapa Jari Kita Susah Berhenti
Gaya Hidup | 2025-12-25 06:05:42
Pernahkah Anda berada di situasi Lampu kamar yang sudah mati, badan sudah di bawah selimut, dan mata sebenarnya sudah mengantuk. Anda hanya meraih ponsel untuk satu alasan sepele mengecek jam atau memastikan alarm sudah menyala.
Namun, entah bagaimana, satu jam kemudian Anda masih terjaga. Jari Anda seperti punya pikiran sendiri, terus menggeser layar melihat video komedi, resep masakan yang tidak akan dimasak, ataupun sekadar melihat komen netizen yang tidak ada ujungnya. Ke mana perginya waktu satu jam tadi? Mengapa niat "semenit" bisa berubah menjadi "maraton" layar?
Rahasia di Balik Jari yang "Gatal"
Fenomena ini sering terjadi bukan hanya karena Anda kurang disiplin, melainkan karena ponsel kita memang didesain agar kita sulit berhenti. Para ahli menyebut salah satu pemicunya sebagai sistem imbalan variabel.
Bayangkan sebuah mesin judi. Kita terus menarik tuas karena kita tidak tahu kapan akan menang. Media sosial bekerja dengan cara yang persis sama. Setiap kali kita melakukan scroll, otak kita mencari "hadiah" berupa konten yang menarik atau lucu. Karena hadiahnya tidak pasti muncul di setiap geseran, otak kita menjadi penasaran dan terus menuntut "Satu kali scroll lagi, siapa tahu ada yang lebih seru!"
Saat kita menemukan sesuatu yang menarik, otak melepaskan Dopamin, zat kimia yang memberikan rasa senang dan puas. Inilah yang membuat kita terjebak dalam lingkaran setan. Kita mengejar kesenangan singkat itu berkali-kali tanpa sadar.
Hilangnya Rambu Berhenti
Dulu, informasi punya titik henti. Jika membaca koran, kita akan sampai di halaman terakhir. Jika menonton TV, acaranya akan selesai. Namun, media sosial modern memperkenalkan fitur Infinite Scroll atau gulir tanpa batas.
Fitur ini menghilangkan "rambu berhenti" alami bagi otak kita. Karena konten tidak pernah habis, otak tidak mendapatkan sinyal untuk berkata, "Oke, sudah cukup, waktunya tidur." Akibatnya, kita terus mengonsumsi informasi meskipun tubuh kita sebenarnya sudah sangat lelah.
Cara Merebut Kembali Waktu Kita
Kabar baiknya, kita nggak perlu kok jadi orang purba yang anti gadget. Kita cuma butuh beberapa trik agar posisi kita kembali jadi bos atas waktu sendiri, bukannya malah disetir oleh algoritma.
1. Gunakan Jam Weker: Jika alasan Anda memegang ponsel adalah untuk cek jam atau alarm, cobalah gunakan jam meja fisik. Ini menjauhkan Anda dari godaan menyentuh layar di jam tidur. 2. Jauhkan Ponsel dari Kasur: Jadikan area tempat tidur sebagai zona bebas ponsel. 3. Warna Hitam Putih: Cobalah ubah pengaturan layar ponsel menjadi hitam putih saat malam hari. Tanpa warna-warni yang mencolok, konten di media sosial akan terlihat jauh membosankan bagi otak kita.
Ingat, waktu satu jam yang hilang untuk hal yang tidak penting tidak akan pernah kembali. Jadi, malam ini, saat Anda berniat cek jam, pastikan itu benar-benar hanya untuk cek jam, ya!
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
