Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Naila Salsa Bila

Menemukan Kedamaian di Ujung Selatan Garut: Cerita Pagi dari Pantai Cidora

Wisata | 2025-12-23 14:52:40

Petualangan menjelajahi Pantai Cidora di Garut Selatan, sebuah pantai tersembunyi yang memberikan kedamaian, gemuruh ombak, dan refleksi batin bagi setiap pengunjung.

Perjalanan ke Pantai Cidora di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut Selatan, dimulai saat matahari belum sepenuhnya terbit. Jalanan yang menurun dan berkelok-kelok menjadi pengantar menuju salah satu pantai paling damai yang pernah saya kunjungi. Berbeda dari pantai wisata populer yang penuh keramaian, Pantai Cidora menyapa saya dengan keheningan yang halus sebuah area luas yang membuat siapa saja merasa diterima tanpa syarat.

Dokumentasi Pribadi

Ketika pertama kali menginjak pasirnya, saya disambut angin kencang yang membawa bau laut yang khas. Ombaknya tak pernah benar-benar tenang. Bunyinya bergulung-gulung, seolah menceritakan perjalanan jauh Samudra Hindia sebelum akhirnya menyentuh tepi pantai ini. Tidak ada teriak pedagang, tidak ada musik nyaring, tidak ada hiruk-pikuk,hanya suara alam yang seakan mengundang saya untuk berhenti sebentar dari kebisingan dunia.

Pantai Cidora memiliki pemandangan yang istimewa. Garis pantainya memanjang, dengan pasir berwarna cokelat yang lembut saat diinjak. Batu karang hitam tersebar di beberapa tempat, memberikan tekstur unik pada panorama. Saat gelombang menghantam karang, percikan putihnya memantulkan cahaya seperti serpihan kaca yang beterbangan. Ada keindahan yang sangat sederhana, namun itulah yang membuatnya begitu menenangkan

Duduk di pinggir pantai, saya mengamati beberapa nelayan yang sedang mempersiapkan perahu mereka. Meski tidak banyak, keberadaan mereka membawa cerita tentang hidup masyarakat pesisir di Garut Selatan. Mereka bekerja tanpa terburu-buru, seakan irama kehidupan mereka sudah sejalan dengan pasang surut gelombang yang tak henti. Seorang nelayan yang saya jumpai berkata sambil tersenyum, “Di sini mah adem, Teh. Laut jadi kawan, bukan musuh, angin dan ombaknya juga pada tenang.” Kata-kata sederhana itu justru menjadi renungan bahwa alam bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga sumber penghidupan dan hikmah.

Ketika matahari mulai terangkat, pantai perlahan berganti warna. Permukaan air tampak berkilauan, pasir terasa lebih panas, dan garis horizon terlihat lebih tajam. Saya berjalan menyusuri tepi pantai, membiarkan air sesekali menyentuh kaki. Setiap langkah terasa seperti cara baru untuk berdamai dengan diri sendiri. Pantai Cidora bukan lokasi untuk atraksi ekstrem atau foto-foto mewah, ia adalah tempat untuk mengingat kembali hal-hal kecil yang sering kita abaikan seperti hal nya napas yang tenang, langkah yang santai, dan hati yang tidak dikejar waktu.

Sepanjang perjalanan kembali, saya menyadari bahwa Pantai Cidora tidak hanya memberikan pemandangan, tetapi juga memberikan jeda-jeda untuk kembali merasakan diri sendiri. Garut Selatan sering disebut sebagai rumah bagi banyak pantai eksotis, namun Cidora memiliki karakteristik uniknya ia sunyi, jujur, dan apa adanya. Sebuah lokasi di mana alam berbicara pelan, tapi pesannya justru paling menyentuh.

Pengalaman singkat itu mengingatkan saya bahwa Indonesia, dengan segala keragaman lanskapnya, menyimpan banyak ruang tenang yang menawarkan makna bagi siapa pun yang ingin berhenti sebentar. Pantai Cidora adalah salah satunya sebuah pantai yang mungkin belum terkenal, tetapi justru menyimpan jenis kedamaian yang sulit ditemukan di tempat lain.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image