Menjadi Generasi Peka Lingkungan: Cerita dari Taman Harmoni
Eduaksi | 2025-12-14 13:11:31
Di tengah hiruk pikuk kota, Taman Harmoni Keputih Surabaya menjadi salah satu ruang hijau yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menarik napas sejenak. Namun, di balik keindahannya, taman ini menyimpan cerita lain. Sebuah pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua.
Melalui proyek kebangsaan "Peka Kelestarian Lingkungan", para peserta diajak melihat langsung bagaimana perilaku pengunjung memengaruhi kondisi taman. Dari sampah plastik di dekat spot foto, dedaunan kering yang menumpuk, hingga tempat sampah yang sering diabaikan, semuanya memberikan gambaran nyata mengenai tantangan menjaga ruang publik tetap bersih.
Yang paling menarik, pengalaman ini tidak berhenti pada proses observasi kondisi taman. Banyak orang mulai terlibat dalam percakapan ringan, saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan, serta berdiskusi tentang cara-cara sederhana yang bisa dilakukan untuk merawat ruang publik. Momen-momen kecil ini justru membawa dampak besar seperti menumbuhkan rasa tanggung jawab, meningkatkan kepedulian, dan menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat..
Melalui interaksi sosial yang terbentuk yaitu saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, bekerja sama membersihkan area tertentu, atau sekadar berbagi cerita tentang gaya hidup ramah lingkungan membuat nilai kebangsaan muncul secara alami. Proyek ini tidak hanya mengajarkan tentang peka terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu dapat berperan menjaga ruang publik bersama.
Taman Harmoni mungkin hanya satu dari sekian banyak tempat di Indonesia. Namun, pengalaman ini menjadi contoh penting bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Saat masyarakat mulai peka terhadap kelestarian lingkungan, kita sedang membangun masa depan Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan penuh harmoni, dimulai dari diri sendiri.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
