Prioritas tak Terbantahkan: Nyawa Manusia Vs Pasir Semeru
Edukasi | 2025-12-05 07:35:17
LUMAJANG– Gunung Semeru adalah sumber daya alam yang luar biasa. Material vulkanik berupa pasir dan batu yang dihasilkan sangat berharga dan telah menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi masyarakat di sekitar lerengnya. Namun, kita harus menghadapi kenyataan pahit yang dimana Semeru ini merupakan gunung api aktif yang menuntut pilihan tegas antara keuntungan ekonomi dan keselamatan jiwa. Tidak ada nilai materi yang sebanding dengan nyawa manusia.
Aktivitas penambangan pasir paling sering dilakukan di alur-alur sungai dan lembah yang dialiri oleh Semeru. Ironisnya, alur sungai inilah yang secara alami menjadi jalur utama bagi banjir lahar. Ketika Semeru meletus, material panas, lumpur, dan batu akan mengalir deras melalui jalur ini.
Dengan beraktivitas di lokasi tersebut, para penambang secara sengaja atau tidak sengaja menempatkan diri mereka langsung di garis bahaya terdepan. Risiko ini diperburuk karena penambangan yang masif dapat mengubah kontur sungai, yang berpotensi menggeser aliran lahar menuju organisasi masyarakat di sekitarnya. Artinya, kegiatan yang awalnya hanya berisiko bagi individu, bisa meluas menjadi ancaman besar bagi seluruh desa.
Fakta ini menegaskan bahwa kegiatan penambangan pasir di zona rawan Semeru adalah kegiatan dengan risiko bencana yang terlampau tinggi.
Meskipun kita memahami betul bahwa penambangan pasir merupakan mata pencaharian masyarakat dan memenuhi kebutuhan material pembangunan, tidak ada alasan yang dapat membenarkan pertaruhan nyawa. Kita tidak bisa terus-terusan membiarkan keuntungan materi mengalahkan pertimbangan moral dan keselamatan.
Tindakan yang harus diprioritaskan:
1. Penutupan Permanen di Zona Merah: Kawasan yang teridentifikasi sebagai jalur utama lahar harus ditetapkan sebagai zona larangan mutlak dan permanen. Aturan ini harus ditegakkan tanpa kompromi politik atau ekonomi.
2. Menciptakan alternatif mata pencaharian: Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata bagi para penambang. Tidak cukup hanya penganut saja, harus ada program terarah untuk membantu mereka beralih ke pekerjaan yang lebih aman, seperti pertanian di zona hijau atau usaha kecil non-sektor pertambangan.
Semeru mengajarkan kita tentang kerendahan hati di hadapan alam. Sudah saatnya kita menempatkan nilai kemanusiaan di tempat tertinggi. Mengorbankan keselamatan warga demi pasir adalah pilihan yang tidak beradab dan tidak bertanggung jawab.
Keberlanjutan kehidupan masyarakat di kaki gunung harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan manajemen daerah, bukan tingginya angka produksi material. Kita harus memastikan bahwa kekayaan alam Semeru dinikmati dengan nikmat, tanpa menorehkan catatan duka akibat kelalaian dan keserakahan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
