Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image luthfia aqila

Peran Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Sebagai Kunci Keberhasilan Proyek

Sekolah | 2025-11-18 22:49:50
Sumber: Dokumentasi Pribadi

LUTHFIA AQILA (191251042)

Pada hari Jumat, 17 Oktober, tepat pukul 10:24 pagi, saya berkesempatan melakukan wawancara dengan Bapak Suwito, seorang konsultan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di proyek pembangunan Universitas Airlangga, Kampus B, Jalan Dharmawangsa. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang K3, Bapak Suwito membagikan wawasan dan pengalamannya dalam memastikan keselamatan setiap pekerja di proyek tersebut. Dalam kesehariannya, beliau dibantu oleh satu asisten pribadi dan empat asisten pekerja, yang mendukung kelancaran operasional proyek. Dari sesi observasi dan wawancara ini, saya mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana lulusan K3 menerapkan ilmu mereka secara langsung di lapangan, sekaligus memperluas pemahaman saya mengenai tantangan dan praktik yang dijalankan di dunia kerja profesional.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu cabang dari ilmu kesehatan masyarakat yang fokus pada perlindungan pekerja di lapangan. Ilmu ini mempelajari berbagai upaya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan setiap individu yang terlibat dalam proyek kerja, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Seorang konsultan K3, misalnya, berperan aktif untuk memastikan pekerja selalu bekerja dalam kondisi aman dan mematuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Dalam praktiknya, tindakan konsultan K3 selalu didasarkan pada aturan dan prosedur yang jelas, termasuk kontrak kerja yang mewajibkan setiap pekerja menggunakan atribut keselamatan lengkap. Kepatuhan pekerja terhadap aturan ini menjadi tolok ukur penerapan K3 di lapangan. Jika seorang pekerja melanggar ketentuan, sanksi bisa diberikan mulai dari teguran, penangguhan sementara, hingga pemutusan kontrak kerja, tergantung pada tingkat keseriusan pelanggaran. Melalui penerapan aturan ini, ilmu K3 tidak hanya menjaga keselamatan fisik pekerja, tetapi juga membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab di lapangan.

Lulusan ilmu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) memiliki berbagai peluang karier di lapangan, seperti menjadi konsultan proyek pembangunan atau pengawas pekerja. Setiap pagi, sebelum pekerjaan dimulai, para pekerja mengikuti briefing yang membahas aturan berpakaian serta pemeriksaan untuk memastikan standar kesehatan dan keselamatan kerja terpenuhi. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja selama mereka menjalankan tugasnya. Selain itu, pekerja juga mendapatkan fasilitas pendukung, termasuk tempat tinggal yang layak seperti mess, yang lokasinya dekat dengan area proyek. Hal ini sangat membantu, mengingat banyak pekerja berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga kedekatan tempat tinggal dengan proyek membuat mereka lebih nyaman dan aman dalam bekerja. Dalam situasi ini, peran konsultan atau pengawas K3 sangat penting, karena mereka bertanggung jawab menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sesuai standar, sehingga proyek dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan pekerja.

Kesalahan serius yang terjadi di lapangan kerja menjadi perhatian konsultan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), namun tanggung jawab atas kesalahan pekerja tetap merujuk pada kontrak kerja yang telah disepakati. Jika kesalahan terjadi akibat sikap pribadi pekerja, seperti mabuk-mabukkan atau perilaku tidak terpuji lainnya, konsultan K3 tidak bertanggung jawab atas sanksi yang diterima pekerja. Sebaliknya, jika kesalahan berkaitan dengan kelalaian dalam mematuhi aturan, misalnya tidak menggunakan atribut keselamatan sesuai standar K3, maka konsultan atau pengawas K3 memiliki peran penting untuk menindaklanjuti pekerja tersebut. Bentuk tindak lanjut yang diberikan bisa berbeda-beda, tergantung pada tingkat kelalaian yang dilakukan oleh pekerja.

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek pembangunan. Setiap alur kerja di lapangan terkait langsung dengan konsultan atau pengawas K3, termasuk para asisten pengawas, asisten konsultan, serta pekerja yang menangani struktur bangunan maupun bagian-bagian khusus. Bagian khusus ini mencakup pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu, seperti instalasi listrik, pemasangan pipa, atau penempatan lampu, yang semua membutuhkan tenaga ahli khusus. Para pekerja yang terlibat dalam proyek ini selalu berinteraksi dengan konsultan atau pengawas K3. Oleh karena itu, penting bagi konsultan dan pengawas untuk membangun hubungan yang baik dengan pekerja. Hubungan yang harmonis memungkinkan pekerja untuk menyampaikan keluhan atau masalah terkait kesehatan dan keselamatan mereka, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan dengan efektif dan proyek dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan pekerja.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image