Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sari Mariana

Kesehatan untuk Siapa?

Agama | 2026-02-18 15:25:34

Orang Miskin Dilarang Sakit

Penonaktifan PBI BPJS sebanyak 11 juta peserta membuat masyarakat was-was. Para peserta yang selama ini sudah menggunakan layanan PBI untuk berobat takut ketika tiba-tiba ketika menggunakan ternyata sudah non aktif. Ini disampaikan oleh seorang pasien di di Surabaya ketika hendak berobat ternyata sudah tidak bisa. Sehingga dalam keadaan diinfus dia harus mengurus ke kantor BPJS. Hal ini juga menghambat layanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan perawatan rutin, termasuk 100 pasien cuci darah. Pasien kanker yang memerlukan kemoterapi juga sangat khawatir karena penonaktifan yang tiba-tiba ini.

Beberapa daerah akhirnya memutuskan biaya peserta PBI BPJS ditanggung oleh Pemda setempat. Namun tak semua Pemda mampu menanggung biayanya karena terbatasnya dana APBD yang juga sudah banyak dikurangi karena efisiensi. Beberapa waktu lalu termasuk Gubernur Jawa Timur, mengajukan ke pusat terkait dengan APBD yang dipotong , karena daerah merasa keberatan dengan pemotongan ini. Bisa dibayangkan jika harus membiayai para peserta PBI BPJS yang tiba-tiba dinonaktifkan.

Pemerintah beralasan bahwa penonaktifan ini untuk mereaktivasi data , karena banyak peserta yang sudah meninggal, pindah, pensiun dan lain-lain yang masih tercatat sebagai peserta. Namun baru alasan ini dikemukakan setelah ramai terjadi protes dari masyarakat. Sebelumnya tak pernah ada pemberitahuan apapun.

Ini merupakan kebijakan yang sangat menyulitkan bagi rakyat kecil. Saat ini ketika biaya berobat mahal, rakyat kecil tak pernah sanggup untuk menanggung biayanya. Untuk makan saja sulit, bagaimana untuk kesehatan?Padahal sudah seharusnya kesehatan itu menjadi tanggung jawab Negara untuk memenuhinya. Kesehatan menjadi kebutuhan pokok bagi rakyat yang harus dipenuhi oleh negara, baik rakyat miskin ataupun kaya. Kalau yang terjadi seperti ini tentu benar sekali jika muncul anggapan "Orang Miskin Dilarang Sakit".

Negara harus menjamin kesehatan warganya dengan memberikan dana yang diambilkan dari Baitul mal. Baitul Mal ini seperti kas negara untuk membiayai seluruh kebutuhan negara seperti kesehatan, pendidikan, industri dll. Baitu Mal mendapatkan sumber dari pengelolaan kekayaan milik umum, fai, Khairan yang jumlahnya sangat banyak. Misalkan dari hasil hutan saja maka akan sanggup untuk mencukupi kebutuhan kesehatan seluruh rakyat. Belum hasil tambang kita seperti emas, perak , batubara, minyak bumi dan masih banyak lainnya. Negara tidak akan kekurangan dana di Baitul Mal karena sumber yang banyak. Sementara hari ini sumber kekayaan alam kita banyak dikuasai oleh Asing. Sehingga tak kembali ke rakyat. Akhirnya rakyat juga yang semakin dirugikan. Sementara mereka yang kaya mungkin tidak kesulitan dengan biaya kesehatan. Lalu sebenarnya kesehatan ini apakah hanya untuk orang yang kaya saja?apakah rakyat yang miskin tak boleh sehat?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image