Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Tri Jayanti Putri

Budaya K3 Kuat, Pekerja Selamat

Pendidikan dan Literasi | 2025-11-17 15:44:17

Aspek fundamental yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia kerja adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama dalam beberapa sektor dengan risiko tinggi. Menurut Darnoto (2021:4) pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya guna menciptakan perlindungan dan keamanan bagi tenaga kerja. K3 dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, memperlancar proses kerja, menghindari kecelakaan kerja, dan masih banyak lagi. K3 sangatlah diperlukan, karena jika terjadi kecelakaan kerja, yang terdampak bukan hanya fisik pekerja, tetapi juga psikologis, keluarga, hingga produktivitas dan reputasi perusahaan.

Pentingnya kepatuhan pekerja terhadap budaya K3

Perlu diketahui bahwasanya sebaik apapun peraturan, fasilitas, hingga standar K3 di dalam sebuah perusahaan, jika tidak ada kesadaran pekerja akan budaya K3 maka sama saja omong kosong. Lingkungan kerja yang bebas risiko, sehat, aman, dan produktif tercipta dari kepatuhan pekerja terhadap budaya K3. Budaya K3 haruslah melekat dalam pola pikir dan kebiasaan pekerja, bukan hanya aturan tertulis sebagai formalitas.
Kebanyakan kasus kecelakaan kerja terjadi bukan karena alat yang rusak atau lingkungan kerja yang buruk, tetapi dari tindakan pekerja yang tidak aman, seperti tidak memakai APD lengkap, mengabaikan peringatan, dll. Ketika pekerja patuh terhadap prosedur keselamatan, bekerja sesuai instruksi yang benar, paham akan risiko setiap hal yang dikerjakan, maka potensi kecelakaan kerja dapat ditekan. Pemahaman pekerja terhadap risiko dari tindakan-tindakannya juga dapat memicu kepatuhan terhadap budaya K3. Mereka akan cenderung lebih berhati-hati agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk mencapai pemahaman terhadap budaya K3, selain diperlukan pengawas K3 di lingkungan kerja, perlu juga adanya sosialisasi, briefing, serta pelatihan rutin pada pekerja.

Seberapa berdampak kepatuhan pekerja terhadap budaya K3 dalam lingkungan kerja?

Budaya K3 yang senantiasa dipatuhi dalam dunia kerja dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Para pekerja di dalamnya akan merasa aman, karena masing-masing paham akan potensi risiko sehingga dapat saling menjaga satu sama lain. Solidaritas tim dapat terbentuk dari hal semacam ini. Rasa cemas yang mungkin ada dalam benak pekerja akan mengurang. Fokus dan produktivitas para pekerja juga akan meningkat.
Menurut perspektif manajemen proyek, kepatuhan para pekerja akan berdampak pada keberlanjutan proyek. Kecelakaan kerja dapat menyebabkan keterlambatan tenggat proyek, kerugian perusahaan, atau bahkan adanya sanksi dari pihak berwajib. Selain mendapat kerugian, perusahaan juga akan mendapat citra negatif dari masyarakat atau mungkin juga investor. Budaya K3 dapat menekan itu semua hingga potensi kecelakaan berkurang atau mungkin nol.

Peran perusahaan meningkatkan budaya K3 pada pekerjanya

Perusahaan perlu memanajemen budaya K3 agar pekerja mau mematuhinya dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Budaya K3 tidak akan terbentuk jika hanya berbentuk aturan tanpa ada implementasi dan fasilitas di lingkungan tersebut. Pekerja akan patuh jika manajemen memberikan contoh melalui kepatuhan mereka sendiri. Pemberian sosialisasi, reward, dan pengawasan juga akan membantu tersukseskannya budaya K3 di lingkungan kerja.
Daftar PustakaAnggelina, A. N., Katimenta, K. Y., & Nugrahini, A. (2022). Hubungan pengetahuan dan sikap tentang budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kepatuhan penggunaan APD pada karyawan perusahaan batu bara. Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang, 1(1), 1–10Darnoto, S. (2021). Dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja. Muhammadiyah University Press.Imandiya, K., Zulkarnain, M., Novrikasari, N., & Noviadi, P. (2023). Persepsi pekerja dalam budaya keselamatan dan kesehatan kerja: Studi kasus di industri berisiko tinggi. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 1(2), 45–56.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image