Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rudi Ahmad Suryadi

Kuatkan Aku Supaya tidak Menyerah

Agama | 2025-11-15 10:09:06

Setiap kita pernah merasakan saat-saat terburuk dalam hidup, saat ketika semuanya terasa begitu berat dan dunia seperti memunggungi kita. Ada kalanya kita merasa ingin menyerah, melepaskan semua beban, dan mengakhiri perjuangan. Saat itu, rasa lelah tidak hanya datang dari fisik, tetapi juga dari hati dan pikiran. Keputusasaan datang, dan kita mulai meragukan kemampuan diri sendiri.

Mungkin kamu sedang menghadapinya sekarang, atau mungkin kamu pernah mengalaminya sebelumnya. Begitu banyak pertanyaan yang mengalir dalam pikiran kita: Mengapa ini harus terjadi padaku?, Apa aku masih bisa bertahan?, Akankah aku menemukan kekuatan untuk melanjutkan?

Keputusasaan Sebuah Realita Psikologis

Keputusasaan bukanlah sesuatu yang asing bagi manusia. Psikolog Martin Seligman dalam bukunya Learned Optimism: How to Change Your Mind and Your Life menjelaskan bahwa perasaan putus asa sering kali datang saat kita merasa gagal menghadapi suatu masalah. Ketika sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, kita cenderung berpikir bahwa kita tidak mampu mengubah keadaan dan bahwa masalah ini akan terus berlangsung tanpa akhir. Pikiran pesimis ini bisa memperburuk situasi dan menambah beratnya perjuangan.

Namun, Seligman juga mengajarkan kita tentang kekuatan berpikir positif. Dia mengatakan bahwa kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap masalah. Alih-alih melihat kegagalan sebagai akhir dari segalanya, kita bisa melihatnya sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh. Dengan cara ini, kita mulai melihat setiap ujian sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat.

Seringkali, di tengah rasa ingin menyerah, kita lupa bahwa kesulitan yang kita alami bukanlah hal yang akan selamanya membelenggu kita. Viktor Frankl, seorang psikiater yang selamat dari Holocaust, menulis dalam bukunya Man’s Search for Meaning bahwa orang yang mampu menemukan makna dalam penderitaannya akan lebih mampu bertahan dibandingkan mereka yang merasa hidupnya kosong. Dengan menemukan makna dalam setiap ujian, kita memberikan diri kita kekuatan untuk terus berjuang.

Iman sebagai Sumber Kekuatan

Ketika kita merasa tak sanggup lagi melanjutkan, ingatlah bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang selalu siap menguatkan kita. Dalam ajaran agama, kita diajarkan untuk tidak pernah merasa sendirian dalam menghadapi ujian hidup. Dalam Islam, Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:286): "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa Allah Swt mengetahui batas kemampuan kita dan tidak akan memberikan ujian yang lebih berat dari apa yang bisa kita tanggung. Meskipun begitu, ujian itu bukanlah untuk menyakiti, melainkan untuk menguatkan kita. Allah Swt ingin kita tumbuh melalui setiap tantangan yang kita hadapi.

sumber:https://www.madaninews.id/8452/makna-sabar-menurut-al-quran.html

Selain itu, dalam Surah At-Tawbah (9:51), Allah Swt juga mengingatkan kita untuk selalu bertawakal kepada-Nya: "Katakanlah: ‘Tidak akan menimpa kami selain apa yang telah ditentukan Allah bagi kami; Dia adalah pelindung kami. Dan hanya kepada Allah, orang-orang yang beriman bertawakal.’”

Melalui ayat ini, kita belajar bahwa setiap ujian adalah takdir yang telah ditentukan oleh-Nya. Kita diminta untuk bertawakal, yaitu meletakkan sepenuh hati pada Allah Swt, karena Dialah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Tawakal mengajarkan kita untuk tidak hanya berusaha, tetapi juga untuk melepaskan hasilnya kepada Allah Swt. Ketika kita menyerahkan segalanya kepada-Nya, hati kita akan lebih tenang dan kita bisa melanjutkan perjuangan tanpa merasa terlalu terbebani.

Spiritualitas dalam Menghadapi Kesulitan

Meskipun kita tahu bahwa hidup penuh dengan cobaan, kita juga diberi kemampuan untuk menghadapi semuanya dengan keteguhan hati. Dalam agama, doa menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan kekuatan Tuhan. Doa bukan hanya sekadar permohonan, tetapi juga sebuah pengakuan bahwa kita membutuhkan bantuan-Nya. Rasulullah saw pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: "Tidak ada yang lebih baik daripada meminta kepada Allah untuk memberikan keteguhan hati."

Melalui doa, kita memohon agar Allah Swt memberikan kekuatan, kesabaran, dan keteguhan hati untuk tetap melangkah meskipun segala sesuatunya terasa berat. Keteguhan hati inilah yang menjadi kunci untuk tetap bertahan, bahkan ketika dunia terasa mengerikan dan tidak adil. Allah Swt tidak hanya menguji kita untuk melihat sejauh mana kita bisa bertahan, tetapi untuk mengajari kita bahwa keteguhan hati adalah salah satu kunci untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan sejati.

Selain dari kekuatan iman dan doa, manusia juga membutuhkan dukungan dari orang lain. Kita tidak hidup di dunia ini sendirian. Dukungan sosial, baik dari keluarga, teman, atau orang-orang terdekat, sangat penting dalam proses pemulihan kita. Menurut psikologi sosial, hubungan yang sehat dan positif dapat menjadi sumber kekuatan mental yang luar biasa. Mereka yang merasa terhubung dengan orang lain cenderung lebih mudah bangkit kembali setelah menghadapi kesulitan.

Islam juga mengajarkan pentingnya ukhuwah atau persaudaraan. Rasulullah Saw bersabda: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, dia tidak menzalimi dan tidak menyerahkannya kepada orang lain." (HR. Bukhari)

Persaudaraan ini mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu menghadapi kesulitan sendirian. Ada orang-orang di sekitar kita yang siap memberi dukungan, baik dalam bentuk kata-kata penyemangat, doa, atau tindakan yang membantu meringankan beban kita.

Ketika hidup terasa terlalu sulit dan kita hampir menyerah, ingatlah bahwa kita memiliki kekuatan yang lebih besar dalam diri kita dan di luar diri kita. Ada keyakinan bahwa setiap ujian yang datang adalah bagian dari takdir yang telah ditentukan oleh Allah Swt, dan bahwa kita memiliki kemampuan untuk menghadapinya. Melalui doa, tawakal, dan dukungan orang-orang terdekat, kita bisa menemukan kekuatan untuk bertahan.

Allah Swt berfirman dalam Surah Asy- Syarh (94:5-6): "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." Maka, ketika kita merasa lelah, ingatlah bahwa setiap ujian yang kita hadapi akan membawa kita menuju kemudahan yang lebih besar. Jangan menyerah. Kuatkan hati, berdoa, bertawakal, dan percayalah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya untuk kebaikan kita. Wallahu A’lam

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image