Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image M. Dzakwan Syihab Apriyatno

Remaja dan Tantangan Penggunaan Media Sosial di Era Digital

Eduaksi | 2025-10-08 02:29:50

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama di kalangan remaja. Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Hampir setiap remaja memiliki akun media sosial untuk berinteraksi, berekspresi, atau sekadar berbagi cerita kehidupan. Namun, di balik kemudahan dan keseruan itu, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang perlu diwaspada

Remaja yang terlalu sering menggunakan media sosial cenderung mengalami penurunan konsentrasi, gangguan pola tidur, dan berkurangnya interaksi sosial di dunia nyata. Selain itu, paparan terhadap konten negatif seperti perundungan siber dan berita palsu dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Berdasarkan Indonesia Gen Z Report 2022, mayoritas generasi Z di Indonesia menghabiskan waktu lebih dari tiga jam setiap hari di media sosial (GoodStats, 2022). Durasi yang panjang ini dapat memicu stres, perasaan cemas, hingga ketergantungan terhadap validasi sosial berupa “likes” dan komentar dari orang lain. Kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi orang tua dan sekolah untuk memberikan pengawasan serta bimbingan agar remaja dapat menggunakan media sosial dengan bijak.

Sejalan dengan itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Tambusai menunjukkan bahwa peningkatan intensitas penggunaan media sosial berhubungan dengan meningkatnya gejala stres, kecemasan, dan depresi pada remaja (JPTAM, 2023). Oleh sebab itu, pendampingan dari keluarga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku digital yang sehat dan bertanggung jawab. Orang tua perlu aktif memahami dunia digital anak, bukan hanya membatasi, tetapi juga membimbing cara penggunaannya.

Meski demikian, media sosial tidak selalu membawa dampak negatif. Jika digunakan dengan benar, media sosial dapat menjadi sarana pembelajaran, kreativitas, dan bahkan peluang ekonomi. Banyak remaja yang kini mampu mengembangkan bakat dan usaha melalui platform digital, seperti membuat konten edukatif, berjualan produk lokal, atau berkolaborasi dalam proyek kreatif. Dengan bimbingan yang tepat, media sosial bisa menjadi jembatan untuk mengasah kemampuan dan membuka peluang masa depan.

Keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengendalian diri menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan era digital. Remaja perlu belajar mengatur waktu agar tidak terlalu larut dalam dunia maya, sementara orang tua dan pendidik perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa nyaman berbagi pengalaman daringnya. Pendidikan literasi digital sejak dini juga penting untuk menanamkan pemahaman tentang etika berinternet dan tanggung jawab sosial di ruang digital.

Pada akhirnya, media sosial hanyalah alat semata yang bergantung pada cara kita menggunakannya untuk menentukan dampaknya. Dengan pengawasan, bimbingan, dan kesadaran diri yang baik, remaja Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter di tengah derasnya arus teknologi informasi. Dunia digital seharusnya menjadi ruang untuk berkembang, bukan tempat yang mengendalikan kehidupan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image