Kenali dan Cegah Penyakit Mastitis : Tips Penting untuk Peternak Kambing Perah
Eduaksi | 2024-12-24 18:32:30Kambing merupakan salah satu ternak yang berpotensi untuk dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan produktivitas yang tinggi dibanding ternak lain. Populasi kambing di Indonesia menurut data dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2018 menunjukkan peningkatan dari 17.861.685 pada tahun 2016 menjadi 18.720.706 pada tahun 2018. Adapun kambing perah sendiri merupakan ternak yang memiliki potensi sangat besar dalam membantu meningkatkan produksi susu nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan susu yang diakibatkan oleh pertambahan jumlah penduduk di Indonesia dan di dunia.
Kambing perah disebut juga kambing bertipe dwiguna karena selain menghasilkan susu dagingnya juga dapat dikonsumsi. Tidak hanya itu, kambing perah juga menghasilkan anakan yang dapat dijual, kulit sebagai kerajinan, serta menghasilkan pupuk organik dan biogas. Banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari ternak yang satu ini. Namun, dibalik keuntungan yang dihasilkan, terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para peternak, salah satunya yaitu adanya penyakit Mastitis yang rentan menginfeksi kambing perah dan mampu menyebabkan kerugian secara ekonomis.
Lantas, apa itu Mastitis, dan mengapa penting bagi para peternak kambing perah untuk mengenal dan mencegah penyakit ini?
Mastitis merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan internal ambing yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, zat kimia, luka termis (bakar) ataupun luka mekanis. Kerugian akibat mastitis dapat berupa kerugian ekonomi akibat penurunan produksi susu dan apabila tidak segera ditangani, dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius pada kambing perah. Mastitis dapat dibedakan berdasarkan ada tidaknya gejala, menjadi mastitis klinis dan subklinis. Perlu diketahui bahwa 97 – 98% kasus mastitis merupakan mastitis subklinis. Apa itu mastitis subklinis? Mastitis subklinis merupakan kondisi dimana ternak sapi tidak menampakkan gejala baik pada produksi susu dan pada kondisi ambing sapi perah. Sedangkan mastitis klinis ditandai dengan ciri-ciri terdapat bengkak pada ambing, susu yang diproduksi terdapat bercak darah, bila diraba bagian ambing ternak merasa sakit.
Apabila para peternak melakukan pemerahan pada kambing perah tidak di kandang khusus, hal ini akan berpotensi memicu terjadinya penularan yang berasal dari lantai kandang yang kotor. Bakteri penyebab mastitis dapat ditularkan dari lantai kandang yang kotor, mesin perah, lap, baju pemerah dan dari puting terinfeksi ke puting sehat melalui tangan pemerah. Penularan juga dapat terjadi dari ternak yang sakit ke ternak sehat melalui tangan pemerah. Pemerahan menggunakan tangan yang kurang bersih berpotensi menularkan bakteri penyebab mastitis ke ternak yang lain. Air untuk mencuci ambing juga merupakan sumber Pseudomonas sp. penyebab mastitis klinis pada kambing perah.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kejadian mastitis subklinis pada kambing perah antara lain yaitu :
1. Memperhatikan manajemen pemerahan dan perkandangan.
2. Pembersihan puting sebelum diperah.
3. Melakukan teat dipping yaitu proses pencelupan puting ambing ternak perah pasca pemerahan menggunakan antiseptik untuk mencegah berkembangnya bakteri. Cairan yang dapat digunakan untuk teat dipping bisa berupa iodine yang dicampurkan dengan air, daun sirih, maupun daun beluntas.
4. Peningkatan kualitas kesehatan ternak dengan cara memberikan pakan yang cukup dan pemberian multivitamin mineral terutama pada masa-masa kritis atau risiko tinggi seperti pasca beranak atau pasca ditransportasikan.
Hal ini disebabkan pada kambing penderita mastitis subklinis terdapat bakteri Bacillus sp, Staphylococcus sp, Streptococcus sp, Corynebacterium sp, Pseudomonas sp, dan E. coli.
Mastitis pada kambing perah adalah masalah serius yang sering dihadapi peternak karena dapat menurunkan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan. Penyakit ini tidak hanya mengakibatkan peternak rugi secara ekonomi, tetapi juga mengganggu kesehatan dan kesejahteraan hewan. Penting bagi para peternak untuk memperhatikan kebersihan kandang guna mencegah terjadinya infeksi bakteri pada kambing perah Anda. Selain itu, edukasi mengenai cara mengenali gejala awal mastitis dan langkah pengobatan yang tepat juga perlu ditingkatkan. Bahaya penyakit seperti Mastitis dapat diatasi apabila Anda mengikuti upaya pencegahan di atas dengan baik sehingga ternak Anda bisa tetap produktif dan menghasilkan susu yang berkualitas.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
