Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ressy Nisia

Menjadi Istri yang Melejitkan Potensi dan Sukses Suami

Agama | 2024-08-10 10:30:30

Di balik pria hebat ada wanita hebat, ungkapan populer tersebut menggambarkan bahwa dibalik kesuksesan laki-laki terdapat perempuan yang hebat.

Yang hampir tidak pernah dibahas dalam seminar manapun bahwa pasangan dalam hal ini istri adalah kunci kesuksesan suami. Ketenangan batin dalam rumah menjadi faktor penentu kesuksesan suami.

Suami yang dalam rumahnya nyaman, mendapat pelayanan, dimanjakan hati dan telinga serta tidak disibukkan dengan urusan domestik di dalam rumah akan lebih fokus berkarya pada pekerjaan di luar ruangan.

Coba bayangkan, bagaimana suami bisa fokus di luar jika isi pikirannya adalah mengurusi hal teknis kebutuhan anak, mencuci piring, mencuci lipat pakaian hingga menyiapkan menu makanan. Laki-laki adalah makhluk yang tidak bisa melakukan banyak tugas, sehingga kerepotan domestik dalam rumah akan mengganggu fokusnya dalam bekerja.

Suasana rumah tangga yang tidak nyamanpun akan menurunkan produktivitas suami di luar. Istri adalah jantung rumah, maka sukses seisi rumah bergantung pada istri yang mengatur dan memberikan kenyamanan di dalam rumah.

Fitrah Suami Istri

Mengurus rumah memang bukan kewajiban salah satunya, baik itu istri maupun suami. Karena rumah tangga merupakan kolaborasi bukan kompetisi, hingga apapun yang ada dalam rumah bisa diselesaikan bersama. Tidak ada wilayah khusus ini tugas siapa dan siapa, hingga saling tuduh dalam menyelesaikan tugas.

Allah swt telah menciptakan anatomi kita sesuai fungsinya. Misalnya perempuan memiliki tipe pandangan melebar hal ini memudahkan perempuan bisa anggota ke rumah, sementara laki-laki memiliki tipe pandangan lurus jauh yang cocok untuk menyetir.

Kemudian, perempuan memiliki kecenderungan multy tasking, ibu-ibu itu mampu memasak, mencuci hingga momong anak dalam satu waktu. Sementara laki-laki tidak bisa fokus pada lebih dari satu pekerjaan, hanya saja laki-laki kuat secara fisik sehingga memungkinkan ia bisa bekerja di luar.

Perempuan juga memiliki perasaan yang dominan, dibandingkan laki-laki yang lebih dominan secara akal, itulah mengapa rahim dititipkan pada perempuan.

Secara fitrah, perempuan lebih cocok menata rumah serta mengasuh anak dibandingkan kerja di luar. Meski pada prakteknya bisa saling meringankan, namun dengan anatomi dan fungsi yang sudah Allah swt berikan, maka tugas anak dan rumah lebih mudah dikerjakan oleh perempuan dan tugas bekerja di luar lebih mudah dikerjakan suami.

Mengenal Kebutuhan Suami

Menurut ustadz Ajo Bendri, aktivis dan konselor ketahanan keluarga, laki-laki itu memiliki 3 kebutuhan dasar yaitu seks, kebanggaan dan kebebasan.

Yang jarang orang sadari adalah laki-laki itu butuh harga diri. Menurut Ustadz Ajo Bendri, penyebab suami mengubahnya bukan karena istrinya tidak cantik atau tidak hebat, tapi karena laki-laki lebih merasa dihargai oleh perempuan di luar sana. Ketika di luar suami dimintai pendapat oleh perempuan lain, di rumah istri sibuk bertanya pendapatan, ketika suami kita memuji-puji di luar sana, di rumah istri sibuk mengukur.

Istri yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar suami akan menjadikan suami kontra produktif dan tidak betah di rumah, padahal kebanggaan adalah kebutuhan suami, bahan bakar suami untuk berkarya.

Perempuan Hebat Membentuk Suami Hebat

Berkaca dari kisah cinta BJ Habibie, mantan Presiden kita. Beliau memilih untuk tidak menikah lagi pasca Ainun meninggal karena kecintaannya pada sang istri.

Bagi beliau, Ainun adalah istri yang sempurna. Beliau pernah berkata, Ainun tidak akan makan malam sampai menunggu pulang suaminya. Masya Allah, hal sederhana demikian menempatkan sang istri sebagai istri yang tidak tergantikan hingga beliau ingin dimakamkan menemani dengan pusara sang istri.

Cinta Ainun mengantarkan Habibie menjadi ilmuwan yang diperhitungkan di dunia melalui karya dan pencapaiannya, serta mengantarkannya menjadi salah satu presiden di negeri ini.

Kemudian kita mengenal Khadijah radiyallahu 'anha, sosok istimewa istri Rasulullah saw. Istri hebat yang melihatnya saja, setengah dari beban suami hilang. Khadijah ra merupakan seorang istri, saudagar yang kaya, pedakwah dan ibu dari 7 orang anak.

Meski beliau saudagar kaya yang menguasai 2/3 jazirah Arab, beliau tetap mentaati suaminya dengan berbuat baik pada sang suami. Beliau memberikan ketenangan tatkala Rasulullah ketakutan melihat sosok Jibril dengan pengingatnya.

Jangan tanya pengorbanannya, sampai hartanya habis beliau masih menawarkan tulangnya jika meninggal nanti untuk dijual demi membiayai perjuangan dakwah sang suami.

Cinta Khadijah ra memberi kekuatan, melejitkan Rasulullah menjadi orang nomor satu paling berpengaruh di dunia, sebagai pemimpin negara, pembawa risalah dan Rasul yang dikenang sepanjang masa.

Maka layaklah bila beliau oleh Allah menjanjikan kemakmuran di surga, sebagai hadiah taat dan lelahnya membersamai perjuangan sang suami.

Komunikasi Memotivasi

Komunikasi yang nyaman adalah kunci untuk memotivasi. Perlu diingat bahwa ini adalah rumah tangga, bukan rumah dinas apalagi rumah tahanan.

Rasulullah sebagai teladan kita, hampir 85% percakapannya dengan istri mendekorasi bercanda. Beliau hanya serius pada urusan ibadah dan maksiat, selain itu percakapannya bercanda.

Ini tentu berbeda dengan pola komunkasi kita hari ini dimana pasangan suami istri terikat aturan yang serius, terkait pendapatan, teman, hobi hingga chatingan “mau kemana, dengan siapa, tolong shareloc dan fotoin”. Semuanya hanya perintah dan larangan.

Pola komunikasi dinas dan tawanan, menggambarkan bentuk tidak percaya pada pasangan, merugikan harga diri pasangan. Padahal suami butuh kebebasan, kebebasan yang akan membentuk kepercayaan dan tanggung jawabnya.

Pola komunikasi pasangan sebaiknya disampaikan dengan luwes dan santai, sesekali sisipkan candaan pujian agar tidak kaku seperti atasan atau bawahan. Kenyamanan dalam berkomunikasi dengan istri, memotivasi suami untuk berkarya dan bekerja lebih giat lagi.

Istri Shalehah Penentu Rezeki Suami

Jadi, dimanakah posisi kita sebagai istri? Apakah kita sudah seperti Khadijah ra? Atau sudah seperti Ainun Habibi? Sudah layakkah kita menjadi perempuan yang mampu melejitkan kehebatan dan kesuksesan suami?

Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan perhiasan terbaik dunia adalah wanita shalehah.” (HR.Muslim, no.1467)

Istri shalehah bukan hanya tentang bagaimana menjalankan ibadah sholat, zakat, puasa hingga naik haji, tapi juga membersamai suami dalam rangka membentuk ketaatan.

Tugas istri itu hanya ada dua, pertama mentaati suami selama dalam kebaikan, kedua menjaga nama baik dan harta suami ketika suami tidak ada. Maka, taatlah lalu jaga aib dan hartanya.

Semua aktivitas di dalam rumah tangga itu bernilai pahala. Memanjakan suami dengan senyuman adalah pahala, menyediakan makan dan minum bagi suami adalah pahala, bahkan ridha dengan pemberian yang sedikit dari suamipun pahala.

Mencuci pakaian itu bukan tugas istri, tapi menyenangkan hati suami dengan mencuci pakaiannya akan mendatangkan pahala dan ridha suami. Pun ketika suami di kondisi ekonomi yang sulit, maka istri diperbolehkan membantu sebagimana Khadijah ra membantu Rasulullah saw dalam membantu membiayai dakwah sang suami. Bukan demi suami, tapi karena Allah.

Jangan sampai kita beribadah sendiri dan menebar kebaikan di luar tapi abai dalam melayani dan menyamankan suami. Padahal orang yang paling berhak atas kebaikan kita adalah orang terdekat kita yaitu suami.

Dalam Islam, suami adalah sarana untuk bertransaksi dengan Allah, membantu, melayani dan menyenangkan hatinya adalah bentuk taqwa pada Allah. Melalui ketaatan pada suami, kita memperoleh pahala taqwa.

Rezeki suami mengandalkan ridha istri itu benar adanya, istri yang taat dan memudahkan suami dalam pengurusan rumah tangga akan melimpah lancar deraskan rezeki suami.

Tugas dalam rumah yang istri permudah, membuat suami berangkat kerja dalam keadaan fokus, semangat dan bahagia hingga mampu mendatangkan hal-hal baik. Istri yang ridha atas memintanya dan taat pada suaminya akan mudah Allah swt kabulkan doa-doanya. Maka pembagian tersebut dipaparkan dengan jelas, suami yg bekerja istri yang mendoakan.

Surga untuk Istri Hebat

Berhentilah menganggap suami seperti apa yang wajib kita taati, karena sejatinya mentaati suami dalam hal kebaikan merupakan bentuk taqwa kita pada Allah. Bukan bentuk diskriminasi gender atau budaya patriarki.

Bagaimana sikap suami terhadap kita adalah hak Allah dalam menentukan adzab dan hisabnya. Tugas kita adalah taat dan menyenangkan hatinya, jika beruntung Allah akan memperbaiki suami kita di dunia, jika tidak surga sudah pasti Allah menjanjikan bagi para istri yang taat pada suami.

serupa hadits dari 'Abdurrahman bin 'Auf, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْ جَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjalankan shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang kamu suka.” (HR. Ahmad 1:191 dan Ibnu Hibban 9:471. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Wallohu a'lam bishawab

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image