Kenali Lebih Mengenai Obligasi Syariah

Image
Nadhieva Zahra Imani
Bisnis | Friday, 14 Jan 2022, 22:54 WIB

Pasar modal syariah semakin berkembang dan memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Sepertinya belakangan ini sudah mulai banyak masyarakat yang tertarik akan pasar modal berbasis syariah, mulai dari asuransi syariah, obligasi syariah, maupun reksadana syariah dan transaksi syariah lainnya.

Transaksi berbasis syariah memiliki banyak peminat dikarenakan dalam praktiknya menggunakan prinsip-prinsip Islam yang dapat meyakinkan masyarakat tentang tidak adanya penggunaan riba maupun transaksi terlarang lainnya di dalamnya.

Salah satu contoh instrument pasar modal syariah adalah obligasi syariah atau dapat dikatakan sebagai sukuk. Seperti halnya dengan obligasi konvensional, obligasi dengan instrument syariah ini dapat diterbitkan oleh pemerintah langsung maupun perusahaan (korporasi) tertentu.

Obligasi syariah dalam praktiknya tidak boleh bertentangan maupun berlawanan dengan prinsip syariah atau pun aturan dalam agama Islam serta harus berorientasi pada pedoman pelaksanaan yang telah diatur.

Seiring perkembangan pasar modal syariah di Indonesia, mari simak lebih lanjut mengenai jenis maupun karakteristik dan instrument yang dapat kalian gunakan jika hendak bertransaksi dengan instrument obligasi syariah:

Jenis yang pertama adalah Sukuk Ijarah, di mana pada sukuk ijarah ini di dalam transaksi yang dilakukan tidak ada perpindahan asset.

Selanjutnya yaitu Sukuk Musyarakah, di mana di dalam transaksi sukuk musyarakah perjanjian maupun kontrak antara dua pihak atau lebih terjadi penggabungan modal dari pihak-pihak yang bersangkutan. Di dalam akad musyarakah ini keuntungan maupun kerugian yang terjadi ditanggung oleh pihak yang bersangkutan sesuai dengan kesepakatan.

Kemudian ada Sukuk Istishna. Di mana, sukuk istishna ini diterbitkan berdasarkan perjanjian maupun kontrak antara pihak yang bersangkutan atas transaksi jual beli untuk pembiayaan suatu barang. Di dalam transaksinya, besarnya pembiayaan maupun spesifikasi lainnya ditentukan diawal berdasarkan kesepakatan.

Yang terakhir yaitu Sukuk Mudharabah. Sukuk Mudharabah diterbitkan berdasarkan perjanjian dalam bentuk kerjasama. Di mana di dalamnya terdapat satu pihak yang menyediakan modal (atau biasa disebut shahibul maal) dan pihak lainnya menyediakan tenaga (atau biasa disebut mudharib). Ciri lain dari akad mudharabah ini jika terdapat kerugian, maka kerugian akan ditanggung sepenuhnya oleh pemilik modal (shahibul maal), dan jika terdapat keuntungan, maka keuntungan yang diterima akan dibagi berdasarkan kesepakatan awal pihak-pihak yang bersangkutan.

Berdasarkan paparan diatas, kalian sudah tidak perlu ragu mengenai jenis ataupun instrument apa yang akan digunakan jika hendak bertransaksi di dalam obligasi syariah.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

5 Tips Belanja Hemat Kebutuhan Rumah Tangga

Image

Akrostik : Tlogo Putri

Image

Catatan Deportasi

Image

Rutan Prabumulih Kemenkumham Sumsel Ikuti Obrolan Peneliti Secara Virtual

Image

MP4Juice: Situs Download Lagu dan Musik MP3 Selain di MP3Juice

Image

Y2Mate, Download Video Dari Youtube Mudah Dan Gratis Terbaru 2022

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image