Kenali Apa Itu Kalori Defisit dan Surplus dan Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran
Gaya Hidup | 2023-06-15 13:57:49
Dalam perjalanan mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran, mungkin Anda pernah mendengar istilah "kalori defisit" dan "kalori surplus". Dua konsep ini memiliki peran penting dalam mengatur pola makan untuk mencapai tujuan penurunan berat badan atau peningkatan massa otot. Artikel ini akan membantu Anda memahami dengan lebih jelas apa itu kalori defisit dan kalori surplus, serta bagaimana mengelolanya dengan bijak.
Kalori Defisit
Kalori defisit adalah keadaan di mana jumlah kalori yang Anda konsumsi melalui makanan lebih rendah dari jumlah kalori yang Anda bakar melalui aktivitas fisik dan fungsi tubuh normal. Dalam kata lain, Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.
Konsep kalori defisit sering dikaitkan dengan tujuan penurunan berat badan. Ketika Anda menciptakan defisit kalori, tubuh cenderung menggunakan cadangan energi yang tersimpan seperti lemak tubuh, untuk memenuhi kebutuhan energinya. Hal ini dapat menurunkan berat badan seiring waktu.
Dalam mencapai kalori defisit, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi melalui diet seperti mengontrol porsi makanan, memilih makanan yang lebih rendah kalori, atau mengurangi konsumsi makanan yang kaya lemak dan gula. Cara lain yang bisa dilakukan adalah meningkatkan aktivitas fisik untuk membakar lebih banyak kalori.
Namun, penting untuk menciptakan defisit kalori ini dengan bijak dan seimbang. Defisit kalori yang terlalu besar dapat mengganggu kesehatan dan menyebabkan penurunan berat badan yang tidak sehat. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli gizi untuk memperoleh rekomendasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda.
Kalori Surplus
Kalori surplus adalah keadaan di mana jumlah kalori yang Anda konsumsi melalui makanan lebih tinggi daripada jumlah kalori yang Anda bakar melalui aktivitas fisik dan fungsi tubuh normal. Dalam kata lain, Anda mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.
Konsep kalori surplus sering kali terkait dengan tujuan peningkatan berat badan, khususnya peningkatan massa otot. Ketika Anda menciptakan surplus kalori, tubuh cenderung menyimpan kelebihan energi dalam bentuk cadangan, seperti lemak tubuh atau otot.
Untuk mencapai kalori surplus, Anda dapat meningkatkan jumlah kalori yang anda konsumsi melalui diet. Ini bisa dilakukan dengan meningkatkan porsi makanan, memilih makanan yang lebih kaya kalori, atau menambahkan makanan tambahan ke dalam diet Anda.
Namun, penting untuk menciptakan surplus kalori dengan bijak dan seimbang. Surplus kalori yang terlalu besar dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang berlebihan dan penumpukan lemak tubuh. Idealnya, surplus kalori yang sehat akan memungkinkan pertumbuhan otot yang bertahap dan terkendali.
Sama seperti dalam kasus kalori defisit, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli gizi jika Anda memiliki tujuan spesifik terkait kalori surplus, terutama jika Anda ingin membangun otot dengan cara yang sehat dan efektif.
Kalori defisit dan kalori surplus adalah dua konsep yang penting dalam mengatur pola makan untuk mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran. Kalori defisit digunakan untuk penurunan berat badan, sementara kalori surplus digunakan untuk peningkatan berat badan dan pertumbuhan otot.
Keduanya memerlukan kedisiplinan diri kita dalam mencatat kalori yang kita konsumsi dan kita bakar. Untuk mendatanya sudah banyak aplikasi dan website yang memudahkan kita dalam menghitung perkiraan dari kalori kita tadi. Aplikasi dan website seperti MyFitnessPal dan Fatsecret memiliki data kalori dan kandungan dari makanan umum di Indonesia.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
