Kiat-kiat Menjadi Keluarga Harmonis
Agama | 2023-01-20 14:48:28Mewujudkan keluarga yang harmonis adalah hal yang sangat diharapkan oleh semua manusia . Mengapa tidak, karena hal tersebut merupakan salah satu tujuan seseorang dalam pernikahan yaitu 
“ Sakinah Mawaddah Warahmah “. Namun pandangan kita terhadap keluarga harmonis sangatlah beragam .Ada yang mendefinisikan keluarga Bahagia adalah keluarga yang utuh serta kekayaan yang melimpah , ada juga yang mendefinisikan keluarga Bahagia adalah keluarga yang saling menjaga kerukunan walaupun dalam keadaan ekonomi kebawah dan ada yang cukup mendefinisikan dengan keluarga utuh yang saling menyayangi dan mengasihi ,dll. Setiap manusia berhak mendefinisikannya dengan cara masing- masing , karena setiap keluarga memiliki kisah dan jalan yang berbeda. Sehingga definisi tersebut tidak dapat diunggulkan satu dengan satu yang lainnya.
Namun kita sebagai umat islam , mempunyai pandangan yang sama dalam hal tersebut . yakni menjadikan hubungan kita dengan Sang Khaliq menjadi dekat .
Yups,,,
Hal ini yang telah dituangkan dalam surah Ar- rum ayat 21
وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ خَلَقَ لَكُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ اَزۡوَاجًا لِّتَسۡكُنُوۡۤا اِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُمۡ مَّوَدَّةً وَّرَحۡمَةً ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ
“ Dan diantara tanda – tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah ) bagi kaum yang berpikir. “
Dalam ayat ini mendeskripsikan bahwa Allah menciptakan makhluk-Nya berpasang -pasangan agar terjadilah hubungan dan Kerjasama yang baik dalam meniti jalan ketaqwaan kepada-Nya. Dan disini menunjukan bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan bersama akan menghasilkan sesuatu yang indah ,nah poin penting pada ayat ini juga adalah adanya saling tolong menolong antara suami dan istri ataupun sebaliknya .
Nah dijelaskan juga dalam surah At tahrim ayat 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Poin utama dalam ayat ini adalah adanya hubungan dan Kerjasama yang baik antar keluarga, baik seorang suami kepada istri dan anaknya, istri kepada suami dan anaknya , ataupun anak kepada kedua orang tuanya.
Dengan 2 ayat diatas , terbentuklah kategori keluarga Bahagia yang sebenarnya. Lantas apa kategori yang melingkupi keluarga Bahagia tersebut
1. Meniatkan segala sesuatunya dengan ibadah
Hal ini yang merupakan pondasi pertama dalam membentuk keluarga Bahagia tersebut, seperti seorang ayah yang keluar dari rumahnya untuk menafkahi keluarganya, seorang ibu yang mengurusi keperluan keluarganya dalam rumah ,atau anak yang sedang belajar di sekolah . nah semuanya jika dilandaskan dengan niat Lillahi Ta’ala . InsyaAllah seberat apapun masalah yang dihadapinya akan terasa ringan. Karena kunci utamanya sudah dilaksanakan
2. Menjalankan segala hak dan kewajibannya
Setelah niat tersebut sudah diimplentasikan kepada kita , maka langkah selanjutnya adalah menjalankan segala hak dan kewajiban antar keluarga . Baik seorang suami yang menjalankan kewajiban kepada keluarganya serta melaksanakan hak istrinya ataupun sebaliknya. Begitupun dengan seorang anak kepada keluarganya.
3. Saling tolong menolong antarsesama dalam melaksanakan perintah-Nya dan menjauhkan larangan-Nya
Nah , hal ini merupakan poin yang saat penting
Yaitu bagaimana hubungan dan tanggung jawab kita sesama keluarga . apakah kita sibuk mengurusi diri sendiri saja serta meninggalkan keluarga kita?
So, keluarga harmonis tersebut dapat kita bentuk atas dasar keimanan yang kita punya
Wallahu A’lam Bishowwab
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
