Pengaruh Transformasi Digital Terhadap Kondisi Alam dan Gaya Hidup Masyarakat
Info Terkini | 2022-12-19 17:25:00
Perkembangan zaman begitu pesat seiring dengan berjalannya waktu yang sadar atau tidak disadari dapat memiliki dampak yang begitu besar terhadap kehidupan ini. kejadian tersebut mengakibatkan perubahan dalam beberapa aspek di dalam kehidupan. Masyarakat cenderung diharuskan untuk mengimbangi situasi atau kondisi yang terjadi saat ini, bahkan banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa kondisi saat ini memaksanya beralih dari kebiasaan lama kepada kebiasaan baru.
Perubahan era analog ke digitalisasi memang memiliki pengaruh yang amat besar, hal ini yang menjadi penyebab adanya pergeseran atau perubahan dari beberapa aktivitas kehidupan masyarakat, mulai dari cara hidup, gaya hidup, pola pikir, bahkan di dalam dunia pekerjaan di mana Sebagian besar sudah masuk kepada industri digital. Fenomena ini disebut dengan istilah transformasi digital. Menurut Westermen dan Bonnet (2011), mengatakan bahwa transformasi digital merupakan proses perubahan organisasi yang melibatkan manusia, strategi, struktur, melalui penggunaan teknologi digital dan model bisnis yang menyesuaikan guna meningkatkan kinerja organisasi.
Ada banyak faktor yang menjadi alasan munculnya transformasi digital, salah satunya yaitu perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang teknologi. Hal tersebut menjadi alasan utama perubahan ini bisa terjadi, luasanya pembahasan yang kemudian menjadi temuan - temuan membuat para ahli berlomba-lomba untuk melakukan inovasi terkait hal baru yang berhubungan dengan sistem elektronik, baik dalam dunia industri, Pendidikan, dan bidang ilmu lainnya. Yang kemudian menciptakan era yang kita rasakan seperti sekarang.
Faktor kedua yang mengakibatkan adanya fenomena ini yaitu tuntutan zaman yang memaksa masyarakat untuk melakukan dan mengembangkan sistem digital hasil dari temuan-temuan para ahli. Masyarakat cenderung digiring untuk mengikuti perubahaan yang terus berkembang hingga saat ini, kita dipaksa harus bisa beradaptasi dengan kondisi yang sebelumnya belum kita lewati. Misalnya Ketika masuk Rumah Sakit besar yang tidak menerima pembayaran secara cash.
Selain itu, masyarakat mungkin tidak sadar bahwa kemudahan yang terjadi saat ini juga merupakan bentuk dorongan secara persuasif untuk memperkuat sistem digitalisasi yang terjadi di Indonesia maupun dunia. Contohnya ketika masyarakat bisa dengan mudah membeli barang yang diinginkan melalui Online Shop tanpa harus pergi ke toko produk tersebut, bahkan ketika masyarakat malas untuk masak, di zaman serba canggih seperti saat ini hal tersebut bukan sebuah masalah yang besar, melalui gawai yang digenggamnya masyarakat bebas memilih makanan apa saja yang diinginkan. Sangat mudah bukan?
Pandemi Covid-19 juga dinilai menjadi pemicu meningkatnya digitalisasi . Peristiwa yang telah dan masih menghantui dunia sejak berapa tahun ini, tidak dapat dipungkiri dapat memberikan dampak yang begitu besar terhadap perkembangan ilmu teknologi. Contohnya dalam Pendidikan, sekolah dan perkuliahan yang semula dilakukan secara tatap muka, akibat pandemi proses belajar mengajar harus dilakukan dengan cara daring melalui platfrom yang tersedia dan hype di masa-masa pandemi, seperti zoom meeting dan google meet. Dalam hal ini anak dipaksa untuk bisa menggunakan sesuatu yang semula mungkin belum pernah dikenalnya, yang pada akhirnya membantu meningkatkan era digitalisasi.
Kemajuan ilmu teknologi memang banyak membawa perubahan positif, namun sangat disayangkan ditengah kemudahan yang dirasakan oleh Sebagian besar masyarakat, kejadian ini justru beradampak negatif terhadap kondisi sumber daya alam. Kualitas lingkungan alam yang semakin hari kian memburuk dapat berakibat fatal terhadap keberlangsungan hidup ekosistem yang di mana manusia termasuk di dalamnya, padahal sama-sama kita ketahui bahwa sejatinya manusia akan terus bergantung dan membutuhkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya selama hidup.
Adapun dampak yang dimaksud yang pertama yaitu pemanasan global atau global warming yang dibarengi dengan penipisan lapisan es dan peningkatnya permukaan air laut yang sudah terjadi diberbagai penjuru dunia. Salah satu penyebab adanya global warming ialah efek rumah kaca yang semakin banyak diberbagai pelosok negeri. Selain itu, banyaknya emisi gas buangan dari kendaraan bermotor juga dapat menyebabkan fenomena ini, terlebih saat ini pengguna transportasi meningkat baik darat, udara, maupun laun. (hellosehat.com)
Dengan kejadian tersebut, suhu pada permukaan bumi akan meningkat yang kemudian dapat menyebabkan kekeringan, dari kekeringan yang berkepanjangan itu bisa menyebakan terjadinya kebakaran hutan karena tidak adanya cadangan air di bawah tanah, sehingga tumbuhan tidak bisa bertahan karena kondisi yang panas. Salah satu contoh kebakaran hutan yang pernah terjadi di Indonesia akibat adanya kekeringan yaitu kebakaran pada hutan yang berada di kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan. Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ogan Ilir yaitu Yudha, menyampaikan bahwa kebakaran ini sebabkan karena adanya kekeringan, “selama 10 hari kebelakang belum terjadi hujan, yang mengakibatkan adanya peningkatan karhutla setiap harinya ”, pungkasnya.
Amat disayangkan kejadian ini terus terjadi khususnya di negara Indonesia, padahal hutan merupakan tempat yang menyimpan sumber daya alam yang di dalamnya terdapat banyak ekosistem. Jika tempat atau rumahnya habis terbakar bagaimana dengan penghuninya, tentu habis pula terbawa api yang menyapu bersih hutan beserta isinya. Ironisnya jika kejadian seperti ini terus terjadi, SDA untuk memenuhi kebutuhan manusia akan berkurang dan lambat laun habis terbawa zaman.
Meskipun memang terdapat banyak dampak negatif, namun harus diakui bahwa fenomena transformasi digital sudah memberikan dampak positif yang begitu besar bagi kehidupan saat ini. Kemajuan ilmu teknologi membuat berbagai aktivitas kehidupan yang semula sulit menjadi mudah, bahkan masyarakat bisa melakukan banyak hal dengan adanya kemajuan ini. Dari sini dapat kita tarik kesimpulan yaitu, zaman akan terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu, terus berubah sampai nanti di mana sudah tidak ada lagi kehidupan ini.
Masyarakat tidak boleh diam dan acuh terhadap perkembangan saat ini, karena jika enggan untuk beradaptasi, masyarakat akan jauh tertinggal dan dicap sebagai orang yang gagap akan teknologi serta hanya akan mempersulit diri sendiri karena kurangnya pengetahuan. Untuk itu, sudah seharusnya kita mengawas diri dengan terus meng-upgrade kemampuan di dalam diri sendiri sehingga kita dapat membedakan mana yang baik dan buruk.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
