Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ahmad Faiz

Kendaraan Listrik Solusi untuk Masa Depan

Teknologi | 2023-05-22 10:33:04

Tercemarnya ekosistem alam akibat meningkatnya emisi karbon menjadi permasalahan penting bagi setiap negara di dunia saat ini. Penggunaan bahan bakar fosil pada kendaraan dianggap sebagai salah satu penyebab meningginya kadar emisi karbon dibumi ini. Emisi karbon dioksida global dari bahan bakar fosil telah meningkat sebesar 1,0% pada tahun 2022, perkiraan ini menunjukkan capaian rekor tertinggi baru sebesar 36,6 miliar ton CO2 (GtCO2). Perkiraan tersebut berasal dari laporan Anggaran Karbon Global 2022 oleh Proyek Karbon Global. Ditemukan bahwa peningkatan emisi fosil pada tahun 2022 terutama didorong oleh peningkatan secara signifikan emisi minyak karena perjalanan global terus pulih dari pandemi Covid-19. Penggunaan energi tidak terbarukan dimasa sekarang ini dinilai sudah tidak lagi efektif. Selain karena efek samping yang berakibat buruk bagi bumi, hal tersebut juga terjadi karena adanya keterbatasan persediaan energi yang sewaktu-waktu dapat habis jika digunakan secara terus menerus. Penggunaan energi terbarukan di masa sekarang ini sangat dibutuhkan dalam upaya mengatasi permasalahan emisi gas karbon saat ini, serta mendukung adanya ketahanan energi yang berbasis ramah lingkungan. Hadirnya kendaraan listrik menjadi salah satu wujud nyata dari pemberdayaan energi terbarukan yang dinilai efektif. Pengembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam upaya menurunkan tingkat polusi dari hasil gas buang pada kendaraan seperti CO2, CO, NOx, HC, dan SO2. Kendaraan listrik seperti mobil listrik saat ini telah menjadi buah bibir masyarakat karena kecanggihannya dan menjadi transportasi yang paling banyak diminati karena memiliki beberapa keuntungan bagi penggunanya, seperti tingkat efisiensi yang tinggi, tingkat pencemaran lingkungan yang rendah, tingkat kebisingan yang rendah, energinya tersedia dari berbagai sumber energi alternatif, mudah perawatannya, dan regeneratif. Mobil listrik lebih hemat energi dibandingkan dengan mobil berbahan bakar fosil konvensional. Namun sayangnya masih jarang masyarakat Indonesia yang menggunakan mobil listrik. Hal itu terjadi karena ada beberapa faktor yang menyebabkan kendaraan listrik ini masih belum mampu bersaing dengan kendaraan konvensional yaitu karena mahalnya harga yang ditawarkan oleh perusahaan produsen mobil listrik itu sendiri. Selain itu Jaringan distribusi pengisian bahan bakar yang masih belum memadai disemua tempat pengisian bahan bakar sehingga calon konsumen khawatir kehabisan bahan bakar saat ditengah perjalanan. Dengan berdasarkan fakta emisi karbon dioksida global dari bahan bakar fosil telah meningkat sebesar 1,0% pada tahun 2022, perkiraan ini menunjukkan capaian rekor tertinggi baru sebesar 36,6 miliar ton CO2 (GtCO2). Maka penggunaan kendaraan listrik sangatlah dibutuhkan sebagai pengganti kendaraan berbahan bakar fosil. Dibutuhkan beberapa saran yang membangun guna mencapai keberhasilan dalam upaya menurunkan tingkat emisi gas karbon. Saran yang dapat digunakan seperti, masyarakat harus mau beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Lalu dari perusahaan industri kendaraan listrik perlu membenahi lagi sistem marketing dan pelabelan produknya, agar tepat sasaran dan juga terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Disamping itu Pemerintah harus memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan penggunaan kendaraan listrik hal itu seperti dalam memberikan izin kepada perusahaan industri kendaraan listrik untuk mengembangkan kendaraan listrik, mengembangkan jaringan distribusi sebagai tempat untuk pengisian bahan bakar, dan membuat peraturan perundang-undangan yang didalamnya mengatur serta mendukung penggunaan kendaraan listrik. Sehingga diharapkan dengan penggunaan kendaraan listrik secara masal ini membuat kerusakan lingkungan akibat emisi kendaraan konvensional dapat teratasi secara signifikan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image