Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Iqbal Nassrullah

Mengungkap Bagaimana Transformasi Digital pada M-Banking Syariah

Bisnis | Saturday, 04 Jun 2022, 19:05 WIB

Digitalisasi merupakan salah satu era pembaruan sistem lama menjadi hal yang baru. Pada bidang perbankan merupakan bidang yang tak luput dari ombak digitalisasi, salah satunya perbankan syariah (Islamic Banking). Ditambah dengan pandemi yang berlangsung, rasanya proses digitalisasi yang ada dituntut untuk bergerak menjadi lebih cepat daripada sebelumnya. Sehingga tercipta perkembangan pada Transformasi Digital Core Mbanking Syariah. Apa yang kalian tahu mengenai hal tersebut? Menurut kalian bagaimana transformasi digital mbanking syariah itu? Jika kalian ingin mengetahui lebih lanjut, baca artikel ini solusinya

Menurut saya digitalisasi ini merupakan salah satu tema yang sangat mudah diingat (revolusi industry 4.0) karena dapat mengacu pada teknologi pengembangan yang dapat mengubah segala informasi serta mempermudah manusia dalam melakukan kehidupannya sehari – hari.

Salah satu contohnya pada judul artikel ini “Transformasi digital core mbanking syariah”. Bank syariah cenderung mengalami transformasi digital karena disrupsi dari pendatang baru dan persaingan dari bank syariah lainnya. Adanya persaingan dan interferensi telah menyebabkan terjadinya perubahan pada perbankan syariah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Hal ini juga didukung oleh indikator bahwa peningkatan nilai dan kepuasan nasabah menjadi alasan signifikan bagi bank syariah untuk ber transformasi ke digital.

Adanya inovasi digital yang dilakukan oleh perbankan syariah tentu saja disertai dengan risiko digital dalam perbankan. Menurut survei tersebut, risiko keamanan siber merupakan risiko utama yang dihadapi industri perbankan syariah dalam proses digitalisasi. Diikuti oleh risiko teknologi dan risiko alih daya

Selain risiko yang dihadapi, perbankan syariah juga menghadapi tantangan. Sebanyak 72% bank syariah setuju bahwa tantangan digitalisasi adalah warisan infrastruktur dan teknologi. Kemudian 57% bank syariah setuju bahwa ada kekurangan sumber daya manusia untuk transformasi digital.

Kemudian dari sisi dampak stabilitas keuangan terhadap digitalisasi, sebanyak 78% bank syariah yang merespon mengatakan bahwa pendatang baru akan meningkatkan persaingan aktif. Kemudian, sebanyak 65% bank syariah melihat tantangan dalam kebijakan yang mendorong inovasi dan menjaga stabilitas keuangan.

Terakhir, adaptasi inovasi teknologi adalah ekosistem yang berubah dengan cepat, dan bank syariah tidak kebal terhadap perubahan ini. Digitalisasi oleh perbankan syariah juga berdampak pada stabilitas keuangan industri jasa keuangan syariah. Regulator juga perlu mewaspadai potensi risiko baru yang mengancam perbankan syariah digital, seperti privasi data, keamanan siber, perlindungan konsumen, dan lainnya.

Bagaimana menurut kalian? Ternyata banyak sekali aspek yang harus dipertimbangkan dalam menjalankan transformasi digital oleh Perbankan Syariah melalu mbankingn dan juga akan tercipta inovasi inovasi terbarukan yang akan menyonsong kemajuan bank syariah dalam menghadapi tantangan pada era saat ini.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image