Keuangan Publik Islami

Image
Muhamad Azumar Romzi
Bisnis | Saturday, 19 Mar 2022, 11:10 WIB
Source: Accurate.id

Keuangan publik merupakan ilmu yang mempelajari fakta-fakta, prinsip-prinsip, maupun teknik-teknik yang dilakukan pemerintah dalam memperoleh dan membelanjakan dananya, maupun pengaruh dari apa yang dilakukan pemerintah tersebut terhadap perekonomian.

Pengaturan keuangan publik merupakan suatu kegiatan eknomi yang penting untuk diperhatikan pememerintah. Keuangan publik bertujuan untuk mengatur tentang penerimaan dan pengeluaran Negara. Jika keuangan public tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap perekonomian, tetapi sebaliknya jika keuangan publik dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap Negara misalnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan keadilan masyarakat.

Pengelolaan keuangan publik secara konvensial yang selama ini menjadi pedoman dunia, ternyata sudah tidak dapat lagi mempertahankan kekuatan ekonomi , hal ini dapat dilihat dari terjadinya krisis global di Negara- Negara adikuasa di Eropa dan Amerika. Masyarakat sudah mempertanyakan pengaturan keuangan publik Konvensional , sehingga dibutuhkanlah sistem ekonomi Islam yang bisa menjadi pedoman dalam pengelolahan keuangan Negara.

Keuangan publik Islam merupakan sebuah kaidah dan prinsip yang mengatur keuangan publik untuk kepentingan masyarakat yang tujuan dasarnya adalah untuk mencapai falah. Nilai-nilai yang berasal dari Al-Qur'an dan Hadist yang menjadi dasar dari perumusan sistem keuangan dan kebijakan fiskal negara. Dalam ekonomi islam sitem pengelolaan keuangan Negara dapat dilihat dari segi pendapatan Negara dan pengeluaran negara.

Yang mana sumber penerimaan negara terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Sumber penerimaan negara tradisional, mulai dari masa awal Islam

Sumber penerimaan negara tradisional terbagi menjadi 2, sumber primer dan sumber sekunder. Adapun yang termasuk kedalam sumber primer, yaitu; Zakat, Khums, Ushr, Fa’i, Jizyah, dan Kharaj. Dan yang termasuk sumber sekunder, yaitu; Utang publik, Ghanimah, Amwal fadhla, Wakaf, Nawaib, Shadaqah lainnya.

2. Sumber penerimaan negara kontemporer, transformasi dari sumber tradisional

Adapun Sumber Penerimaan Kontemporer selain Pajak dan Zakat, yaitu; Aset(pengelolaan kekayaan/aset barang milik negara), Wakaf (wakaf aset dan uang), Sukuk (instrumen investasi dan pembiayaan pembangunan negara), Dan Utang negara.

Kemudian selain penerimaan negara pengelolaan keuangan negara dapat dilihat dari pengeluaran negara. Yang mana struktur sengeluaran negara terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Pembelanjaan Umum

Operasional pemerintah (gaji pegawai dan biaya administrasi) dan pembangunan infrastruktur

2. Pembelanjaan Khusus

Mustahik zakat, pertahanan militer, dan pemenuhan kebutuhan minimal masyarakat

Konsep keuangan Publik dalam perspektif ekonomi Islam dapat dijadikan referensi dalam mengelola keuangan dinegara kita. Sumber pendapatan terbesar di Negara Indonesia adalah pajak . apabila pajak dan zakat ini dikelolah dengan adil, jujur dan transparan sesuai dengan prinsip syariah, maka Indonesia dapat menjadi Negara maju

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mahasiswa Ilmu Ekonomi Syariah IPB University

Keuangan Publik Islami

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Sekolah Digital Marketing Hadirkan Mentor Bersertifikat BNSP RI

Image

Waktunya Indonesia Ber-Bekam

Image

Mahasiswa KKN Tematik UPI Membantu Masyarakat Desa Cilengkrang dengan Menerapkan SDGs

Image

Kakanwil Kemenkumham Jateng Ajak Jajarannya Sosialisasikan RKUHP

Image

Karyawan Wajib Menghindari Kesalahan Berikut ini dalam Bekerja

Image

Kalapas Kayuagung Membuka Pekan Olahraga dan seni bagi Petugas dan WBP dalam Rangka memperingati HDK

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image