Kenapa Gen Z Susah Betah Kerja? Ini Kata Ilmu SDM
Bisnis | 2026-09-21 13:52:31
Pernah dengar keluhan "anak sekarang gampang resign" dari generasi senior di kantor? Fenomena ini bukan sekadar stereotip belaka, tapi punya penjelasan yang cukup masuk akal kalau dilihat dari kacamata manajemen sumber daya manusia.
Bukan Soal Malas, Tapi Beda Prioritas
Generasi Z tumbuh di tengah keterbukaan informasi dan akses tak terbatas untuk membandingkan pengalaman kerja lewat media sosial. Mereka tahu persis standar ideal tempat kerja seperti apa, mulai dari gaji kompetitif, fleksibilitas jam kerja, hingga atasan yang suportif. Ketika realita di kantor jauh dari ekspektasi itu, keputusan resign jadi jalan keluar paling cepat.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung bertahan demi stabilitas jangka panjang, Gen Z lebih memprioritaskan kesehatan mental dan keseimbangan hidup dibanding sekadar jenjang karier yang panjang di satu perusahaan.
Red Flag yang Bikin Cepat Resign
Beberapa hal yang paling sering jadi alasan Gen Z angkat kaki dari kantor antara lain budaya kerja yang toxic, atasan yang micromanage berlebihan, minimnya ruang untuk berkembang, serta ketidakjelasan ekspektasi kerja sejak awal. Sekali dua kali red flag ini muncul, mereka cenderung tidak ragu mencari peluang lain, apalagi kalau merasa hal itu tidak akan berubah meski disuarakan.
Apa yang Perusahaan Bisa Lakukan?
Alih-alih menyalahkan generasi ini sebagai "generasi strawberry", perusahaan justru perlu beradaptasi dengan cara membangun lingkungan kerja yang transparan, memberi ruang pertumbuhan yang jelas, serta menciptakan budaya komunikasi terbuka antara atasan dan bawahan. Pendekatan people-first ini terbukti lebih efektif menekan turnover dibanding sekadar menaikkan gaji semata.
Penutup
Fenomena "Gen Z susah betah kerja" sebenarnya adalah sinyal penting bagi dunia kerja untuk berevolusi. Bukan generasinya yang bermasalah, melainkan cara lama dalam mengelola SDM yang sudah tidak lagi relevan dengan ekspektasi tenaga kerja masa kini.
Penulis:
Maulana Askari FatahillahMahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
