Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image HALO MUSAFIR

Plutokreasi dan Uang yang Bicara

Politik | 2026-09-04 14:07:59
Dokpri

Di zaman sekarang, pemilu bisa ramai, debat bisa viral, tapi siapa yang benar-benar memegang kemudi? Jawabannya sering bukan "rakyat", melainkan mereka yang punya modal besar.

Plutokrasi lahir dari dua kata Yunani: _ploutos_ artinya kekayaan, dan _cracy_ artinya pemerintahan.

Sederhana. Sistem ini terjadi saat kekuasaan politik tidak lagi ditentukan gagasan, tapi oleh besarnya dompet. Bukan kudeta bersenjata, melainkan kudeta senyap lewat donor kampanye, lobi, dan akses eksklusif ke pembuat kebijakan.

Yang menarik, plutokrasi jarang mengaku dirinya plutokrasi. Ia menyelinap di balik demokrasi. Partai butuh dana, kandidat butuh iklan, dan orang kaya punya semuanya.

Hasilnya, kebijakan publik pelan-pelan bergeser: pajak untuk konglomerat diringankan, regulasi untuk usaha kecil dipersulit, subsidi dialihkan. Joseph Stiglitz menyebutnya "dari 1 persen, oleh 1 persen, untuk 1 persen".

Bahaya terbesarnya bukan korupsi yang terang-terangan, tapi normalisasi. Ketika orang mulai percaya bahwa "memang wajar yang kaya yang mengatur", maka kesenjangan berhenti jadi masalah dan berubah jadi takdir.

Plutokrasi mengingatkan kita bahwa demokrasi tanpa kewaspadaan bisa dibeli. Dan harga sebuah negara, ternyata ada angkanya.

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image